Nelayan Kalumbatan Hilang di Perairan Okumel

Luwukpost.id -

SALAKAN, LUWUK POST—Kabar hilangnya Assong, Nelayan asal Desa Kalumbatan Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), di perairan Okumel, Kecamatan Liang mendapat respon cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkep.

Kepala BPBD Bangkep Lasata Sahata saat dikonfirmasi awak media ini menjelaskan, setelah mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung memberikan respons cepat dengan menurunkan tim untuk melakukan pencarian.

“Setelah dapat laporan dari seorang warga dari desa Okumel, saya langsung mengkordinir anggota untuk langsung melakukan pencarian,” kata Lasata di kantornya, kamis, (10/12/2020).

BNPB imbuh Lasata, melakukan pencarian hanya dalam jangka waktu tiga hari. Dalam rentang waktu tersebut, korban tidak ditemukan, BPBD akan menghentikan pencarian.

Meski begitu, pihaknya telah berkordinasi dengan Basarnas Kabupaten Banggai di Luwuk. Menurutnya, Basarnas telah menerima data korban dan akan segera menurunkan timnya untuk melakukan pencarian.

“Kalau waktu pencarian Basarnas itu satu minggu. Lebih lama dari BPBD. Tapi data korban kita sudah kirim ke sana,” kata Lasata lagi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, sebelumnya, Assong (58) diketahui keluarganya sudah lebih dari seminggu melaut di perairan Kecamatan Liang. Dia dikabarkan hilang Rabu (9/12) dinihari setelah angin kencang disertai gelombang menimpa perahunya di tangah laut.

Dituturkan Madi, teman melautnya saat kejadian. Sekira pukul 02.00 Wita, perahunya dan perahu korban tidak begitu jauh. Sebelum perahunya tenggelam diamuk angin kencang disertai hujan dan gelombang tinggi, korban masih sempat membalas kode lampu senter darinya.

Tapi saat perahunya tenggelam, dia tidak memperhatikan korban lagi karena dirinya terus berusaha sekuat tenaga  menyelematkan diri malam itu.

Setibanya di perkampungan, di Desa Okumel, Madi langsung melaporkan ke warga setempat dan menghubungi keluarga korban yang ada di desa Kalumbatan.

Saat itu pun keluarga korban langsung melakukan pencarian dengan membawa dua perahu. Tapi naasnya, hanya perahu korban yang ditemukan sedang korban sendiri belum ditemukan. (Tr-01)