Demo Gempur Diwarnai Yasinan dan Tabur Bunga

Luwukpost.id -

SALAKAN, LUWUK POST—Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia dijadikan sebagai hari berkabung, oleh Gerakan Masyarakat Pedelui Rakyat (Gempur) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dengan menggelar demonstrasi. Aksi ini menarik perhatian, karena diisi dengan pembacaan surah Yasin dan tabur bunga di teras DPRD Bangkep, Kamis (17/12/2020).

Prosesi tabur bunga dan pembacaan surah Yasin yang dilakukan massa aksi Gempur, dimaknai sebagai simbol filosofis atas ketidakhadiran 24 anggota legislatif saat demonstrasi dilangsungkan.

Tidak hanya itu, selain membakar ban bekas, Gempur juga mencoret dinding bagian depan gedung DPRD Bangkep, menuliskan kata “Disegel Gempur”.

Demonstrasi digelar Gempur, karena mereka merasa kecewa dengan DPRD Bangkep. Diketahui, DPRD tidak menepati janji terkait pembentukan pansus investigasi atas beberapa dugaan kasus kebobolan anggaran keuangan daerah.

Dalam aksinya, orator Gempur Nursastro Salomo, menilai, DPRD Bangkep telah melakukan pembohongan publik karena tidak menepati janji pembentukan pansus investigasi, terhadap sejumlah dugaan kasus miliaran keuangan daerah yang dilakukan oknum pejabat di pemda.

“DPRD Bangkep tidak serius menjalankan fungsi pengawasannya terhadap sejumlah dugaan kasus keuangan, yang dilakukan oknum pejabat pemda di Bangkep,” ucap Sastro.

Di temui di sela-sela aksi, Ketua Aliansi Gempur, Mulyadi Lumangino, membenarkan, aksi demonstrasi jilid II Gempur digelar untuk menagih janji DPRD Bangkep pada aksi sebelumnya. Saat itu, DPRD menjanjikan akan membentuk pansus investigasi terkait sejumlah dugaan kasus keuangan daerah, terutama dugaan bobolnya kas daerah.

“Jika janji pembentukan pansus itu tidak dilakukan, maka bisa saja akan menimbulkan spekulasi publik tentang keterkaitan anggota DPRD,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya meminta secara tegas kepada DPRD Bangkep, untuk menjelaskan alasan tidak dibentuknya pansus tersebut.

Gempur juga menuntut, agar DPRD Bangkep segera mengeluarkan sikap tegas untuk membentuk pansus investigasi.

Demo Nyaris Kacau

Demonstrasi yang digelar massa aksi Gempur nyaris kacau, setelah salah seorang anggota DPRD dari Komisi II, Syahrudin Lalu, hadir belakangan dan mengambil papan nama miliknya yang diletakkan di antara 24 papan nama lainnya.

Ia mengambil papan nama itu, karena menurutnya papan nama bertuliskan namanya itu merupakan harga dirinya.

Salah seorang massa aksi yang melihat hal itu, mencoba meminta Syahrudin untuk meletakkan kembali papan nama itu. Namun, Sahrudin enggan melakukannya dan langsung membawa papan nama masuk ke dalam gedung DPRD.

Sontak, para demonstran meneriaki Syahrudin. Tidak mau diteriaki massa aksi, dia berbalik arah menuju demonstran, dan menunjukkan sikap kerasnya ke arah massa aksi.

Ketika itu, adu pukul nyaris terjadi antara Sahrudin dengan masa aksi.

Tidak jauh dari itu, salah seorang aleg DPRD dari Komisi II, Mohammad Hatta Mayuna, juga nyaris terlibat aksi saling serang. Karena tidak terima papan nama tersebut ditendang-tendang oleh salah seorang aksi massa.

Beruntung, aparat keamanan baik dari kepolisian dan Pol-PP yang bersiap  mengamankan aksi demo tersebut, segera mengamankan situasi yang tidak kondusif itu. Setelah itu, situasi pun berjalan normal. Seluruh papan nama yang diletakkan di teras, dikembalikan ke ruang sidang, ke meja masing-masing pemilik. (tr-01)