SALAKAN, LUWUK POST—Kinerja Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dinilai memiliki keunggulan tertentu dari PGRI daerah lain di Propinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terutama pada sisi capaian kinerja.
Hal itu diungkapkan langsung Wakil Ketua I PGRI Sulteng, Yusran Kalape kepada wartawan di sela-sela pelaksanaan Konferensi ke V (lima) PGRI Bangkep yang digelar di Gedung Pertemuan Bappeda dan Litbang Bangkep, Senin (28/12/2020).
Konferensi itu digelar dalam rangka pergantian anggota kepengurusan untuk masa bakti 2021-2025.
Yusran mengatakan, antara dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Ketua PGRI Bangkep Iksan Nursin dan seluruh pengurus di periode sebelumnya. Dari sisi kualitas kerja, dia menilai PGRI Bangkep selama 10 tahun dibawah kepemimpinan Iksan Nursin, sangat baik.
“Kalau soal kinerja, saya pikir sangat baik selama sepuluh tahun PGRI Bangkep di bawah kepengurusan beliau (Iksan Nursin). Apalagi Bangkep masih terhitung sebagai kabupaten baru,” kata Yusran
Apalagi, lanjut dia, PGRI Bangkep sudah terbukti berhasil mendirikan lembaga pendidikan, SMA PGRI. Dari semua PGRI yang ada di Propinsi Sulteng kata dia, baru PGRI Bangkep yang berhasil mendirikan lembaga pendidikan menengah SMA PGRI.
Selain mendirikan SMA, PGRI Bangkep juga sukses membangun gedung sekretariat sendiri hanya dalam waktu beberapa tahun. Hasil itulah yang dianggap Yusran sebagai salah satu keunggulan PGRI Bangkep dari PGRI di daerah lainnya di Sulteng.
“Hal itu tentunya didukung oleh kebersamaan dari semua pengurus dan anggota yang menurut beliau (Iksan Nursin) bangunan SMA dan gedung Sekretariat itu, dananya diperoleh dari iuran anggota,” sebut dia.
Bahkan dirinya sempat menyebut nama PGRI Poso yang notabenenya dijadikan sebagai PGRI percontohan di Sulteng, sampai sekarang belum berhasil membangun sarana dan prasarana seperti apa yang sudah dibangun PGRI Bangkep.
Untuk ketua dan pengurus terpilih nantinya, Yusran berharap agar apa yang telah ditorehkan pengurus pada periode sebelumnya bisa lebih ditingkatkan atau setidaknya dapat dipertahankan.
Sementara itu Wakil Ketua PGRI Bangkep Jufri Lanasir mengakui, seluruh pengurus dan anggota telah memberikan kinerja terbaik. Hal itu kata dia, terbukti dari pembangunan gedung Sekretariat dan Gedung SMA PGRI yang anggarannya tidak sedikit pun dari pemerintah.
“Gedung sekretariat PGRI itu jujur, dibangun tanpa menggunakan dana APBD sedikit pun. Murni dari iuran anggota dan pengurus,” sebut Jufri.
Dibandingkan dengan PGRI daerah lain imbuh Jufri, hanya PGRI Bangkep yang bisa secara mandiri mendanai kebutuhan lembaga. Begitu juga dengan pembangunan Gedung SMA PGRI di Desa Manggalai, sedikit pun tidak ada bantuan dari pemda.
Tidak hanya soal pembangunan, PGRI Bangkep juga setidaknya telah sukses memperjuangkan nasib ratusan guru honorer di Bangkep untuk bisa menerima insentif daerah beberapa tahun sebelumnya.
Olehnya itu, melalui konfrensi kali ini, seluruh pengurus dan anggota tengah menyusun program kerja untuk dilaksanakan pada periode kepengurusan selanjutnya. Termasuk diantaranya, soal nasib tenaga honorer dan juga pendirian lembaga pendidikan lainnya.
Jufri pun berharap agar sinergitas kemitraan antara PGRI dan Dinas Pendidikan Bangkep bisa lebih ditingkatkan utamanya dalam misi pembangunan pendidikan kedepan. (tr-01)
