SALAKAN, LUWUK POST—Sebanyak 600 guru honorer di Banggai Kepulauan (Bangkep) sampai saat ini belum mendapat kepastian dari Pemerintah Daerah (Pemda), terkait pengalokasian insentif daerah.
Ketua PGRI Bangkep Iksan Nursin mengatakan, terdapat sekitar 1500 orang jumlah honorer di Bangkep. 600 diantaranya telah terdaftar sebagai penerima insentif daerah beberapa tahun sebelumnya. Sisanya masih sekitar 900 orang.
“Jadi sisanya yang 900 orang ini belum diketahui akan seperti apa nasibnya kedepan,” kata Iksan kepada awak media ini, senin (28/12/2020)
Sekaitan dengan itu, pemda Bangkep kedepan berencana akan membuka kesempatan kepada honorer untuk ikut dalam rekrutmen PPPK. Meski demikian, jumlah kuota yang dibutuhkan tidak akan sebanyak jumlah honorer yang tersisa tersebut.
Soal PPPK, disebutkan Iksan, itu kembali kepada kebijakan pemda. Terutama soal jumlah kuota yang disiapkan. Sebab penerimaan jumlah kuota akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Jika kuota PPPK yang disediakan pemda hanya seratus orang, tentu masih ada sisa 800 orang. Nah sisa ini yang harus diperhatikan pemda,” ucap dia.
Padahal, lanjut dia, kalau pemda benar-benar serius mempertanggungjawabkan nasib guru honorer kedepan, maka pemda cukup menyediakan anggaran 10 miliar untuk insentif satu juta perbulan (tr-01)

