Tempat Tak Tersedia, Terpaksa Jualan Melantai Tanpa Atap

Luwukpost.id -

SALAKAN, LUWUK POST—Ketidaktersediaan tempat jualan yang layak, membuat sejumlah penjual komoditas lokal di pasar Sentral Salakan, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), terpaksa melantai atau menggelar jualannya di tanah, di pinggiran atau di bagian depan toko-toko yang ada di dalam pasar tersebut.

Kondisi itulah yang dialami Juleha, bersama rekan-rekannya di pasar itu. Juleha sendiri adalah seorang wanita tua berusia 60-an tahun, dari Desa Saiyong Kecamatan Tinangkung. Ia telah bertahun-tahun berprofesi sebagai penjual kacang rebus, sayuran dan semangka di pasar tersebut.

“Saya telah jualan di pasar ini selama bertahun-tahun. Tapi sampai sekarang, kita cuma bisa melantai tanpa atap di pasar ini. Kalau cuma panas kita tinggal pakai payung. Tapi kalau sudah hujan begini, terpaksa cari tempat lain,” keluh Juleha di pasar, Rabu (23/12/2020).

Dituturkan Juleha, tak jarang dia dan teman-temannya yang berjualan di bagian depan toko mendapat perlakuan tidak etis dengan cara diusir, diminta mencari tempat berjualan lain. Oleh pemilik toko, mereka dianggap mengganggu jalan masuk pembeli yang berbelanja ke toko tersebut.

“Kita kan menjual pagi-pagi sekali. Sedangkan pemilik toko biasanya buka jam sembilan begitu. Di situ biasanya kita diusir. Kalau di usir, ya terpaksa kita cari tempat lain. Padahal di situ kita dapat sedikit tempat berteduh. Belum lagi kita diusir sama Pol PP,” keluhnya, sambil melayani pembeli.

Dia merasa diperlakukan diskriminatif. Menurutnya, hanya orang-orang yang punya uang, yang diberikan tempat yang layak. Sedangkan orang seperti dia, dan teman-temannya yang lain, hanya dibiarkan berjualan di tempat yang tidak seharusnya.

Setidaknya, imbuhnya, pemerintah bisa menyediakan tempat jualan yang sama dengan tempat para penjual ikan di bagian depan pasar.

Koperindag  Tanggapi Keluhan

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi Industri dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Kufuan Panjo, menanggapi keluhan sejumlah penjual yang tidak memperoleh tempat jualan yang layak di Pasar Salakan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep).

Menurut dia, sebelumnya Diskoperindag, Dishub, bersama Pol PP Bangkep telah menata tempat para penjual di pinggir-pinggir pasar. Itu dilakukan dengan menyediakan tiga buah los kosong khusus bagi penjual rempah, sayuran dan buah yang jualan setiap hari pasar tersebut.

“Tapi para penjual itu tetap kembali ke pinggiran pasar meski pun harus melantai dengan alasan jualan mereka tidak begitu laris di dalam pasar,” jelas Kufuan saat ditemui wartawan, Sabtu  (26/12/2020).

Kufuan menjelaskan, pedagang buah dan sayuran lokal yang biasanya datang pada saat-saat tertentu dan membuka jualannya di pinggir pasar sementara waktu, membuat jualan para pedagang yang ada di dalam tidak laris.

“Iya, karena pembeli tidak mau lagi repot lagi masuk ke dalam pasar kalau hanya mau beli rempah, sayur dan buah, karena di luar sudah tersedia. Akhirnya yang di dalam kan tidak laku,” terangnya.

Hal itu yang membuat para pedagang harian yang menjual rempah, sayur, dan buah di pasar tersebut kembali ke pinggiran pasar. Padahal sebut dia, para pedagang musiman itu hanya sementara.

“Biasanya mereka datang seminggu atau bahkan sebulan sekali,” ucapnya.

Meski begitu, pihak sampai saat ini masih terus berupaya mencari cara untuk bagaimana agar pedagang-pedagang rempah sayur dan buah itu bisa mendapatkan tempat yang layak yang mudah dijangkau pembeli. (tr-01)