Enam Bulan, Dukcapil Bangkep Terbitkan 14.569 KTP-el

Luwukpost.id -

SALAKAN, LUWUK POST-Di tahun 2020, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) berhasil menerbitkan sebanyak 14.569 keping KTP-el hanya dalam kurun waktu enam bulan.

Jumlah penerbitan sebanyak itu dimulai sejak Harly Dg. Massenge, ditunjuk sebagai pelaksana tugas pada bulan Mei sampai Desember 2020. Harly ditunjuk untuk menggantikan Kepala Dinas sebelumnya Sunarto Lumangino yang telah pensiun.

Harly yang kini defenitif sebagai Kadis di Dukcapil itu menuturkan, dirinya aktif berkantor di Dukcapil nanti pada bulan Juli. Sejak itu, KTP-el yang telah terbit tercatat sebanyak 78.698 atau 89 persen dari 88.308 wajib KTP-el. Sehingga masih tersisa 9.610 jiwa yang belum KTP-el.

“Jumlah (88.308) itu merupakan kontrak yang harus diselesaikan antara pak Sunarto dengan kementrian tahun 2020,” Kata Harly di kantornya, Jumat (8/1/2020).

Lanjut dia, sisa itu kemudian bertambah menjadi 16 ribuan, setelah KPU Bangkep menyerahkan data wajib pilih yang belum KTP-el beberapa bulan menjelang pilgub 2020. Olehnya itu, pihaknya memacu penerbitan dengan melaksanakan program jemput bola (jempol).

Dari pelaksanaan program yang digelar selama sebulan itu, tercatat sedikitnya, 14.569 keping yang berhasil diterbitkan. Sehingga masih sekitar seribuan lebih yang belum terbit dari tahun 2020. Dia mencatat sudah 98 persen capaian penerbitan KTP-el sepanjang tahun 2020.

Berbagai strategi telah dilakukan, tapi tingkat partisipasi masyarakat belum juga meningkat secara signifikan.

Dia mencotohkannya pada program jempol. Tim Dukcapil yang turun langsung ke desa-desa, mendapatkan masih banyak warga yang belum KTP-el tapi tidak melakukan perekaman.

Olehnya itu, dia mengharapkan agar masyarakat yang belum mendapatkan atau yang belum terbit KTP-el segera datang ke kantor. Sebab cadangan Blanko masih tersisa sebanyak 3 ribuan lebih.

“Masih banyak sisa blanko ini, masih tiga ribu lebih. Saya tidak tau berapa pastinya, yang pasti masih tiga ribuan,” sebut dia.

Dia juga berharap agar pemerintah bisa melengkapi fasilitas yang ada di dalam untuk mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat. Seperti apa yang diharapkan bersama.

“Server kita cuma satu. Kemudian alat cetak sering ada gangguan teknis. Sehingga proses pelayanan agak lambat kalau banyak yang dilayani,” tutup dia. (tr-01)