Zulkifli: Jangan Kita Salah Swab

Luwukpost.id -

BANGGAI, LUWUK POST-Dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai Laut paling minim mencatatkan kasus Covid-19. Bahkan, per 28 Januari 2021 tak ada satupun masyarakat terinfeksi.

Secara kumulatif, hanya 24 orang yang terinfeksi dan 1 orang meninggal dunia. Angka ini berbanding terbalik dengan wilayah lain yang mencatatkan ratusan kasus sepanjang 2020 hingga awal tahun 2021.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Banggai Laut, Zulkifli Panggato menjelaskan pihaknya cukup ketat dalam mengambil keputusan swab terhadap mereka yang reaktif. “Jangan sampai kita salah menerapkan swab, memudah-mudahkan,” ujar dia kepada wartawan di kantor DPRD setempat, Rabu (27/1).

Ia menerangkan, pihaknya tak takut apabila Kabupaten Banggai Laut masuk zona merah, tetapi bukan karena salah mengambil keputusan swab. “Jangan merah karena kesalahan kita. Artinya apa, daerah kita merah karena kita yang cat, kita yang piloks, kita juga yang stabillo,” ucap dia.

Ia mengatakan, swab hanya dilakukan apabila terdapat pasien yang benar-benar memiliki gejala ISPA. Covid-19,  kata Zulkifli, gejala utamanya adalah ISPA, lainnya hanya gejala penyerta. “Kalau tidak punya gejala ISPA kenapa harus di swab?” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pasien yang mesti diswab mereka yang memiliki riwayat perjalanan atau pernah berkontak dengan pasien Covid-19. “Orang yang hanya dari desa-kebun, desa kebun, baru kita bilang Covid,” tegasnya.

Soal keputusan ketat dalam memutuskan swab, ia mengakui memakan biaya tak sedikit. Ia merinci, dari total Rp 20 miliar anggaran penanganan Covid-19, baru terpakai sekitar Rp 9 miliar. “Keputusan swab atau tidak masih di wewenang kami,” tuturnya.

Zulkifli sempat disoroti banyak pihak soal Covid-19. Saat terdapat pasien reaktif di UPT RSUD Banggai, ia datangi hanya dengan menggunakan masker tanpa alat pelindung diri. Tindakan itu diakuinya. “Ada tiga yang dihadapi pasien kalau pasien Covid-19. Pertama psikis, kedua sosial, ketiga ekonomi,” katanya. (ali)