
LUWUK, LUWUK POST.id – Pengurus Yayasan Pendidikan Tompotika, Senat serta Pimpinan Universitas menandatangani dokumen yang berisi tuntutan Lembaga Kemahasiswaan lingkup Universitas Tompotika (Untika) Luwuk pada pertemuan yang dilaksanakan di Kantor Bupati Banggai, Kelurahan Tombang Permai, Kecamatan Luwuk Selatan (6/9). Pertemuan tersebut dihadiri pula Pejabat Sementara (PJS) Rektor, Taufik Bidullah.
“Tuntutan kami sudah ditandatangani Senat dan PJS Rektor, jadi tinggal pengawalan di Senat saja, agar siapa yang menjadi rektor kedepan bisa komitmen dengan tuntutan mahasiswa tersebut,” ujar Presiden Mahasiswa Untika, Rifat Hakim mewakili teman-teman organisasi mahasiswa yang hadir.
Ia juga menambahkan, tuntutan serta problematika yang merupakan hasil dari kajian dan kesepakatan mereka adalah, pertama, keterlibatan lembaga mahasiswa dalam Pemilihan Rektor (Pilrek). Kedua, meminta pihak universitas untuk membantu program studi (prodi) arsitektur dalam proses akreditasi dalam hal pendampingan dan pemenuhan rasio dosen. Ketiga, segera laksanakan pembangunan kampus.
Keempat, Rektor sebelumnya, Musdar M. Amin harus menyampaikan laporan pertanggungjawaban Rektor. Selanjutnya, pihak Untika diminta segera mengundang yayasan untuk melakukan pertemuan kembali dengan mahasiswa. Keenam, meminta kepada pihak universitas untuk memprioriaskan beasiswa kepada setiap pengurus inti kelembagaan mahasiswa baik yang ada di tingkat universitas maupun yang ada di fakultas. terakhir, memeperjelas porsi anggaran lembaga kemahasiswaan di Untika.
“Pemilihan Rektor terkesan tidak demokratis dan tidak representatif. Dikarenakan anggaran-anggaran yang digunakan untuk pemilihan tersebut berasal dari mahasiswa, oleh karena itu mahasiswa perlu dilibatkan dalam menentukan arah kebijakan kampus termasuk dalam memilih siapa yang berhak memimpin Untika,” sambung kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Banggai itu.
Terkait pembangunan sarana prasarana Untika yang menjadi salah satu fokus permintaan mereka, ia menjelaskan, melihat kondisi fasilitas kampus yang hari ini dalam sektor pembangunan mengalami kemandetan, maka mereka sangat menekankan agar segera melanjutkan pembangunan gedung perkuliahan, guna pemenuhan kualitas belajar mengajar yang lebih baik.
Menjelaskan lebih lanjut perihal tuntutan mereka tentang beasiswa, pria yang akrab disapa Rifat itu berpendapat, keaktifan lembaga kemahasiswaan di lingkup universitas sangatlah diperlukan, selain membantu meningkatkan SDM, lembaga mahasiswa juga berperan aktif dalam mengembangkan mutu dan kualitas pendidikan guna terciptanya tujuan Tridharma Perguruan Tinggi. Tentu hal itu harus didukung oleh pihak universitas agar lembaga-lembaga kemahsiswaan terus meningkat baik secara kualitas, maupun kuantitas.
Selanjutnya Rifat berujar, guna menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini, mereka meminta agar pihak Senat dapat mengundang Yayasan supaya hadir untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama lembaga-lembaga mahasiswa di Untika.
“Terkait polemik pengangkatan PJS kemarin, kami, lembaga kemahasiswaan melihat ada persoalan yang lebih penting dan mendesak untuk segera dituntaskan, seperti pelaksanaan penerimaan mahasiswa dalam waktu dekat, akreditasi prodi arsitek dan keperluan senior-senior yang akan segera melaksanakan wisuda. Kami akan terus mengawal pimpinan universitas untuk menyelesaikan persoalaan yang ada, baik dengan pikiran maupun gerakan,” tutup dia. (abd)
