
LUWUK, LUWUK POST.id – Momentum peringatan Hari Ibu menjadi sebuah refleksi dan motivasi untuk terus memperjuangkan kesetaran gender dan menghapus segala bentuk diskriminasi terhadap kaum perempuan dan anak.
Demikian dengan apa yang dilakukan kawan-kawan massa Aksi Kamisan Luwuk Banggai hari ini (23/12), di sekitar Tugu Adipura, Kelurahan Keraton, Kecamatan Luwuk. Meski diguyur hujan deras, dengan menenteng poster sembari berorasi, mereka mengkampanyekan esensi hari ibu, peran strategis perempuan dalam peradaban, posisi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa, data-data kasus kekerasan, serta bentuk-bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak, khususnya di lingkungan kerja dan pendidikan.

“Segala permasalahan yang merendahkan perempuan dan merugikan anak selalu dinomorduakan, dan tidak menjadi prioritas untuk diberikan pendampingan, perlindungan, hingga kepastian hukum, untuk itu Aksi Kamisan yang sudah kali ke 4 ini, terus berupaya menjadikan isu tersebut viral, masif, serta menjadi perbincangan publik, sehingga semoga dapat menjadi atensi pemerintah dan para penegak hukum,” ujar Koordinator Aksi Kamisan Luwuk Banggai, Muh. Sugianto Adjadar.
Di Aksi Kamisan yang ke 4 itu, berdasarkan amatan perwarta, teman-teman aktivis mengajak warga kota Luwuk yang berada di sekitar lokasi aksi, entah pejalan kaki maupun pengendara yang lewat untuk memberikan dukungan dengan cara menandatangani petisi yang dibuat pada spanduk putih polos dengan tulisan “hentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak”.
“Dengan banyaknya orang yang kemudian peduli dan berpihak pada perlindungan perempuan dan anak, bisa mengkatalisis penyelesaian-penyelesaian kasus yang mereka alami, seperti halnya pemukulan 4 santri yang kami kawal, Alhamdulillah, proses hukumnya tengah berjalan dengan baik dan pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka,” sambung pria yang akrab disapa Gogo itu.

Gogo juga percaya, jika aksi kamisan konsisten dilakukan, dengan massa aksi yang lebih banyak, bisa memberikan peringatan kepada mereka-mereka yang pernah atau berencana akan melakukan tindakan-tindakan asusila maupun kekerasan fisik.
“Perempuan dan anak merupakan kaum yang rentan menjadi sasaran kekerasan maupun pelecehan, karena dinilai lemah dan tidak mampu menyuarakan apa yang terjadi pada mereka akibat berbagai ancaman dan intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, oleh karenanya, Aksi Kamisan Luwuk Banggai akan terus membantu menjadi pusat pengaduan dan corong keresahan para korban,” tegas Gogo di akhir wawancara dengan pewarta di lokasi aksi.
Aksi Kamisan Jilid 4 tersebut mengusung pula isu terkait, pengesahan RUU TPKS, hentikan kriminalisasi masyarakat Desa Tuntung, pengawalan kasus pemukulan 4 santri di Toili dan hentikan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). (abd)
