
SALAKAN, LUWUK POST-Jufri Hermawan, Wakil Ketua I Komite Nasional Indonesia (KONI) menyebut pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Pemilihan Ketua Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) beberapa waktu lalu, bak gerakan cecak yang diam-diam merayap.
Pernyataan itu dilontarkan Jufri menyusul gerakan panitia yang tidak melibatkan bahkan tidak memberitahukan dirinya terkait pelaksanaan Muscab yang digelar pada 27 Maret 2022 lalu.
“Hanya diam-diam merayap, sama seperti cicak. Bahkan, saya sendiri sebagai Ketua ESCO pada Kepengurusan yang lalu, tidak diberitahukan dan tidak dimasukan dalam kepanitiaan MUSCAB ASKAB PSSI Bangkep,” ujarnya.
Bahkan, bukan dirinya saja, sejumlah pengurus Kabupaten dan Ketua-ketua PSSI di beberapa Kecamatan juga tidak mendapat mendapat perlakuan yang sama, tidak mendapat pemberitahuan. Sehingga Muscab itu, sebut dia, terkesan ditutup-tutupi.
Hal itu menuai pertanyaan besar bagi dia, yang notabenenya berstatus sebagai Ketua ESCO dalam kepengurusan sebelumnya. Olehnya, ia menilai Muscab tersebut bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, dan melanggar AD/ART.
“Karena sebagian besar Pengurus Kecamatan PSSI Bangkep diarahkan serta sedikit “pemaksaan” untuk memilih orang tertentu,” ungkapnya.
Jufri bahkan menduga ada kelompok-kelompok tertentu yang mencoba memanfaatkan organisasi yang mewadahi talenta persepakbolaan pemuda daerah itu untuk memuluskan tendensi politiknya semata. Mulai dari tendensi bisnis, proyek, pun untuk melobi jabatan.
“Padahal, PSSI orientasinya bukan itu. Ini murni urusan pengembangan talenta anak muda di bidang olahraga,” ucapnya.
Belakangan, dirinya mengendus isu tak sedap mengenai sikap aneh kepengurusan yang baru. Sebab, meski belum mengantongi SK Kepengurusan, tapi beberapa di antaranya sudah ada yang mempertanyakan terkait dana hibah.
Jufri pun tak tanggung-tanggung menguak hutang PSSI terkait peminjaman mess Pemerintah Daerah Balut di Palu saat keikutsertaan Bangkep dalam Kompetisi Liga 3, lalu. “Dan itu juga harus diselesaikan oleh PSSI,” bebernya.
Dalam kondisi demikian, ia pun menantang kepengurusan yang baru untuk bertarung dalam pemilihan ketua, guna melahirkan pemimpin-pemimpin yang demokratis di tubuh ASKAB PSSI.
“Karena pengurus yang baru saatini sama sekali tidak punya kontribusi. Itu mereka hanya tau beres. Karena nanti sudah ada momen baru bergabung. Orang lama pun, dilupakan,” sindirnya.
Karena menilai pelaksanaan Muscab tersebut cacat prosedur, ia menegaskan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan surat penolakan dari sejumlah pengurus yang nantinya akan dilayangkan ke ASPROP PSSI Sulteng.
“Suratnya sedang kami persiapkan. Karena seluruh pelaksanaannya musyawarah itu tidak sesuai dengan prosedur,” tandasnya. (Rif)
