Tepat di hari ini, Kamis, 4 Juli 2024, media cetak Harian Luwuk Post berusia 17 Tahun, yakni usia akhir remaja yang beranjak dewasa.
Hingga saat ini, bangunan yang memiliki anak tangga itu, masih berdiri dengan kokoh nan megah, Ditambah paduan warna cat dinding yang ceria.
Seperti satu pohon jenis pinus yang berada di pelataran kantor Harian Luwuk Post, tidak bergeser, terus tumbuh dan makin lebat ranting bersama daunnya hingga tetap berdiri kokoh.
Antara pohon dan kantor Harian Luwuk Post entah mana yang lebih dulu ada. Pastinya, kehadiran pohon dan bangunan megah Luwuk Post ini membuktikan bahwa keduanya sudah ada jauh sebelum media daring berseliweran di mana-mana dengan jumlah yang sudah tak bisa dihitung lagi.
Namun begitu, Luwuk Post tetap eksis dalam menghadapi perkembangan era digital saat ini. Untuk mengimbangi semua itu, Luwuk Post kemudian menciptakan media online yakni Sultimnews.id dan Luwukpost.id.
Tentu bukanlah perjalanan yang mudah, untuk mencapai usia dewasa ini, setiap perjalanannya pun berliku-liku, rasanya seperti kapal yang diterpa gelombang besar.
Kegigihannya menghadapi itu, membuat Harian Luwuk Post dituntut untuk lebih dewasa dan terus setia bersama masyarakat untuk mengawal dan menyampaikan aspirasi.
Ia hadir dalam tulisan-tulisan mendalam secara fakta dan kredibel, sebagaimana fungsi Pers dalam UU No.40 tahun 1999.
Usia 17 tahun ini, bak seperti anak Sekolah Menengah Atas (SMA) yang baru saja lulus dan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Harian Luwuk Post tidak hanya menyajikan informasi bagi mereka dikalangan dewasa saja alias orang tua.
Melainkan menyajikan informasi yang dibutuhkan golongan remaja, dari Milenial sampai dengan Generasi-Z atau disebut, GenZ.
Pada dasarnya Harian Luwuk Post turut mendorong atau mendukung minat baca kalangan muda-mudi, yakni dengan meningkatkan “Literasi”.
Mengutip dari Kementerian Kominfo, bahwa UNESCO menyebutkan, Indonesia urutan kedua dari bawah soal Literasi dunia. Artinya, membuktikan minat baca sangat rendah.
Disamping itu, menurut data UNESCO, minat baca Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001 persen. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca.
Inilah salah satu alasan pula mengapa Harian Luwuk Post tetap bertahan dengan nilai eksistensi koran, apalagi fungsi dan kehadiran media sendiri guna memberikan pengetahuan terhadap masyarakat.
Pendidikan juga tidak hanya lewat bangku sekolah saja, melalui penyampaian tulisan informasi pun memberikan peningkatan dan pemahaman terhadap ilmu pengetahuan, efeknya dapat memberi kecerdasan.
Membaca merupakan hal yang sangat penting, membuka cakrawala pikiran positif dan meningkatkan kecakapan diri, terlebih dapat menghindari penyakit lupa dan sifat ghibah.
Sebab Literasi tidak pernah lepas dari membaca dan menulis. Menurut Najwa Shihab, seorang pemeran dan wartawan Indonesia.
Bahwa menulis itu sangat penting, dan untuk menulis yang bagus itu diperlukan banyak rajin membaca.
Menjadi seorang penulis yang baik dan pembaca yang tekun, itu adalah investasi terbesar dalam kehidupan.
“Jadi tingkat Literasi yang tinggi, itu akan menunjukan kemampuan bangsa untuk berkompetisi di kancah Internasional,” ungkap Nana, sapaan akrab wanita kelahiran 16 September 1977, Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.
Maka selaras dengan “Literasi Pendidikan”, di mana memastikan bahwa semua individu, memiliki keterampilan membaca dan kemampuan menulis yang cukup, untuk mengakses pengetahuan.
Sehingganya tak jarang pula, eksistensi dalam dunia pendidikan pun, Harian Luwuk Post kerap menjadi wadah bagi kalangan anak kampus bahkan hingga anak sekolah SMA untuk belajar melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Tak tanggung-tanggung, mereka pun berbulan-bulan saling bertukar pikiran, apalagi soal digitalisasi, hingga melakukan riset atau penelitian semacam tugas akhir, Skripsi.
Di usia dewasa 17 tahun ini, Harian Luwuk Post terus meningkatkan dan berupaya untuk menyajikan serta menjunjung tinggi nilai berita sesuai ketentuan kode etik Pers.
Setiap waktu akan selalu memberikan tampilan berbeda, untuk tetap menarik, kemudian memudahkan perhatian atau niat pembaca, lewat media yang dimiliki Harian Luwuk Post.
Oleh karena itu, redaksi mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat, yang terus menjadi pembaca setia Luwuk Post.
Ucapan terimakasih pula terhadap sesepuh alias senior yang telah merintis hingga Harian Luwuk Post berdiri semegah ini, di wilayah Utara, Jl. Imam Bonjol, Kelurahan Bungin Timur, Banggai, Provinsi Sulteng. (dat)
