Meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal yang menjalani terapi cuci darah (hemodialisis) membuat kebutuhan kantong darah di Kabupaten Banggai terus mengalami lonjakan. Unit Transfusi Darah (UTD) Kabupaten Banggai kini membutuhkan sekitar 400 hingga 500 kantong darah setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien hemodialisis.
Di bawah kepemimpinan dr. H. NHD. Gunawan, M.Kes., UTD Banggai terus berupaya memastikan ketersediaan stok darah agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Petugas Teknisi Pelayanan Darah UTD Banggai, Agus Suarsana, mengungkapkan bahwa meningkatnya permintaan darah sebagian besar dipicu oleh bertambahnya pasien cuci darah yang membutuhkan transfusi secara rutin.
“Jadwal cuci darah inilah yang membuat permintaan darah meningkat tajam. Satu pasien biasanya membutuhkan hingga tiga kantong darah, sementara satu pendonor rata-rata hanya dapat menyumbangkan satu kantong. Ketimpangan inilah yang sering menyebabkan stok darah cepat habis,” ujar Agus saat ditemui Luwuk Post di Kantor UTD Banggai, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Bungin Timur, Rabu (15/7/2026).
Untuk mengantisipasi potensi kekurangan stok, UTD Banggai terus mengintensifkan kegiatan donor darah melalui sistem jemput bola. Kegiatan tersebut menyasar rumah ibadah, komunitas, instansi pemerintah, hingga perusahaan yang ada di Kabupaten Banggai.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah menjalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah perusahaan besar. Dalam waktu dekat, UTD Banggai akan menggelar aksi donor darah di PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) pada 5 Agustus 2026.
“Melalui kegiatan donor darah di DSLNG, kami biasanya mampu memperoleh sekitar 250 kantong darah. Jumlah itu sangat membantu dalam menjaga ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan pasien,” jelas Agus.
Selain bekerja sama dengan sektor swasta, UTD Banggai juga aktif memenuhi permohonan kegiatan donor darah dari masyarakat maupun organisasi keagamaan. Dalam agenda terdekat, UTD akan menggelar aksi donor darah pada Minggu, 19 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya menambah persediaan darah.
Agus menegaskan, angka kebutuhan 500 kantong darah per bulan merupakan estimasi berdasarkan lonjakan permintaan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pihak UTD Banggai berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelayanan sekaligus mengajak masyarakat agar rutin mendonorkan darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor sukarela. Setiap kantong darah sangat berarti untuk menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan,” tutupnya. (*/Ap)

Komentar