Launching Maggot Turbo

Luwukpost.id -

 Komunitas Internal PERTAMINA Agent of Change, HSSE Regional Sulawesi dan Integrated Terminal Donggala bersama komunitas lokal C_Care Sulteng melakukan Launching Maggot Turbo di Pondok Riset “Integrated Farm Management (IFM) AKUoranglapangan” Kelurahan Hanga-hanga Permai, Banggai, Sulawesi Tengah.

Maggot Turbo merupakan brand yang diciptakan dari produk Maggot atau larva black soldier fly  yang dibudidayakan sebagai pakan alternatif ternak, sekaligus mereduksi sampah organik yang terus meningkat di sejumlah wilayah di Kabupaten Banggai. Maggot Turbo di prakarsai oleh kegiatan komunitas bergerak dalam menyambut HUT Pertamina ke 67.

Pada kegiatan launching dihadiri oleh perwakilan dari BAPPEDA, Lurah Tombang Permai yang diwakili Kasi Pembangunan, ketua RT wilayah, Komunitas Internal Pertamina Palu AoC diwakili oleh Bapak Ezra, HSSE Reginal Sulawesi diwakili oleh Bapak Arizal dan Integrated Terminal Donggala serta Komunitas Lokal C_Care Sulteng. Kegiatan juga dihadiri tiga Universitas Sulawesi Tengah yaitu  Fakultas Peternakan & Perikanan Universitas Tadulako Palu oleh Wakil Dekan 3 Bapak Samliok Ndobe, Wakil Dekan 1 Fakultas Perikanan Universitas Muhammadiyah Luwuk Bapak Abdul Gani dan dosen Fakultas Pertanian Universitas Tompotika Luwuk ibu Risa Apriyana Dg Masese serta kelompok mitra Maggot Turbo, Masyarakat partisipan dan mahasiswa perikanan UNISMUH LUWUK.

Sambutan diawali oleh ketua komunitas C-Care Sulteng, Ibu Lady D Khartiono.  Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bantuan yang diberikan oleh Pertamina setelah dinyatakan lolos dalam program menyambut ulang tahun pertamina yang ke 67 tahun yaitu program “Komunitas Bergerak”. Dari 30 peserta, kami lolos menjadi 7 besar yang menerima bantuan ini, juga satu-satunya yang mewakili Sulawesi Tengah, tambahnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak warga sadar akan lingkungan dan lebih mengenal maggot, dimana maggot ini bukan berasal dari lalat yang menyebabkan penyakit, tetapi dari lalat tantara yang baik. Ucapan terima kasih kepada Pertamina karena telah turut andil dalam pengelolaan sampah organik khususnya wilayah perkotaan Luwuk Banggai. Dalam 1 kg maggot bisa mereduksi sampah organik 2-5 kg perharinya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua IFM AKUoranglapangan, bapak Erwin Wuniarto. Erwin mengatakan selamat datang di pondok riset, dan berterima kasih kepada Pertamina juga kepada C-Care Sulteng yang telah memberikan donasi ini dalam kegiatan Komunitas Bergerak. IFM AKUoranglapanga merupakan pusat kegiatan pelatihan pertanian perikanan terpadu dengan konsep pertanian perikanan perkotaan. Dengan tujuan mengembangkan minat masyarakat perkotaan terhadap pertanian dan perikanan yang berkelanjutan. Melalui konsep pengolahan terpadu untuk mengurangi sampah organik dan non organik. Salah satunya melalui pembudidayaan maggot. Harapannya, melalui tempat ini akan banyak ide-ide yang akan disampaikan dan kemudian dapat di implementasikan.

Dari pihak komunitas internal pertamina yang diwakili oleh bapak Rizki Cristian Malarante, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mengikuti program ini terlebih dahulu melakukan koodinasi bersama dengan teman – teman komunitas secara intens, dan menjadi kebanggan bersama Ketika mendapat kepercayaan untuk dapat mendampingi teman-teman komonitas bersama-sama karena lolos dalam seleksi tersebut. nama dari produk yang di usung adalah “Maggot Turbo” yang merupakan singkatan dari “maggot tepat urai bahan organik”, juga merupakan simbol percepatan pengolahan sampah yang terintegrasi dan berkolaborasi dengan berbagai stake holder.  Selanjutnya disampaikan oleh Bapak Arizal HSSE Regional Sulawesi yang menginginkan kegiatan ini bisa berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat Luwuk Banggai.

Kegiatan ini sudah berlangsung 1 minggu diawali dengan pelatihan budidaya Maggot bersama masyarakat partisipan dan sejumlah mahasiswa Prodi Budidaya Perairan. Pada akhir kegiatan yaitu Launching Maggot turbo di buka langsung oleh ibu Sri Buana Lasadam KASI Pembangunan Kelurahan Tombang Permai. Kegiatan diakhiri dengan berbagai testimoni, salah satunya dari Bapak Dr. Ir. Samliok Ndobe M.Si dosen UNTAD yang ikut hadir, menyatakan program budidaya maggot ini merupakan salah satu yang dapat mendukung SDGs regional, dengan harapan semakin banyak kolaborasi serupa ke depannya.