Program MBG, Pedagang Sayur Panen Rezeki

Luwukpost.id -

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada awal tahun 2025. Salah satu dampak positif yang kini dirasakan oleh pedagang sayur lokal adalah peningkatan penghasilan sejalan dengan tingginya permintaan sayur-sayuran dari program ini.
“Dalam seminggu, kami bisa mendapatkan tiga kali permintaan sayur-sayuran seperti wortel, kentang, kangkung, kacang panjang, dan lain-lain. Jadi, untuk sekali pengambilan itu paling sedikit kita mendapat 8 sampai 9 juta rupiah,” ujar Yusuf, seorang pedagang sayur lokal di Pasar Simpong, saat diwawancarai pada 26 Mei 2025.

 

Dengan adanya permintaan bahan sayuran yang stabil dari program MBG, para pedagang sayur lokal kini memperoleh penghasilan yang lebih pasti, berbeda dengan pola penjualan harian kepada masyarakat umum yang cenderung kurang stabil.
Meski demikian, dampak positif ini belum dirasakan secara merata oleh seluruh pedagang sayur lokal. Hal ini disebabkan program MBG belum berjalan di seluruh daerah, sehingga banyak pedagang sayur di wilayah tertentu belum merasakan peningkatan pendapatan tersebut.

Selain adanya program MBG yang dapat meningkatkan penghasilan, pedagang sayur lokal juga tetap mengharapkan daya beli yang stabil dari masyarakat umum. Stabilitas daya beli dari masyarakat umum ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.
“Semoga program ini bisa merata di seluruh daerah. Yang paling utama itu daya beli masyarakat, kalau daya beli masyarakat sudah stabil otomatis ekonomi bisa stabil,” tutup Yusuf penuh harap.

 

Dampak positif yang dirasakan oleh pedagang lokal seperti Yusuf sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Sebagaimana dikutip dari halaman resmi BGN (bgn.go.id), Dadan Hindayana dalam berbagai kesempatan telah menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, anak usia di bawah lima tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal. Keterlibatan pedagang lokal, merupakan salah satu indikator keberhasilan program dalam aspek ekonomi.

BGN juga menyatakan bahwa program ini memiliki potensi besar untuk menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru, terutama di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh provinsi. Namun, BGN juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar distribusi program dapat berjalan merata dan tepat sasaran, serta memastikan kualitas gizi makanan yang disalurkan. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk mengatasi kendala penyebaran program dan memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dan pelaku ekonomi lokal. (Tr01/Asw)

Komentar