Dukung Sulteng Simpul Logistik Nasional, Andhika Amir Gaungkan Jalur Baru Selain Kebun Kopi

Luwukpost.id -

PALU – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, menyatakan dukungan penuhnya terhadap usulan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, untuk menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu simpul logistik nasional. Usulan ini disampaikan langsung oleh Gubernur kepada Menteri Koordinator Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam kunjungan kerjanya ke Palu baru-baru ini.

“Sebagai perwakilan daerah, saya sangat setuju dengan apa yang menjadi usulan Bapak Gubernur Sulawesi Tengah tersebut. Itu adalah mimpi besar dari para pemimpin terdahulu yang kini harus kita wujudkan bersama,” ujar Andhika, Kamis (10/7/2025).

Andhika menekankan bahwa pemerataan pembangunan sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Ia mencontohkan ruas Kasimbar–Tambu sebagai infrastruktur penghubung yang dapat memangkas jarak tempuh, menurunkan biaya logistik, dan memperlancar rantai produksi dari sentra industri ke pasar domestik maupun ekspor.

Selain itu, Andhika juga menyoroti urgensi pembukaan jalur alternatif selain Kebun Kopi. Jalur Kebun Kopi saat ini menjadi satu-satunya akses vital yang menghubungkan berbagai wilayah strategis seperti Makassar, Sulawesi Utara, Morowali, dan Banggai.

“Mulai sekarang memang harus dipikirkan jalur alternatif. Ketergantungan pada satu akses utama seperti Kebun Kopi berisiko besar, apalagi jika terjadi bencana atau hambatan distribusi,” tambahnya.

Sebagai representasi daerah di tingkat nasional, Andhika menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan usulan tersebut kepada pemerintah pusat. Dukungan ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita, yaitu delapan program prioritas nasional yang salah satunya berfokus pada pemerataan pembangunan wilayah.

“Kami di DPD RI akan menjadikan ini prioritas dalam komunikasi dengan kementerian teknis dan lembaga negara lainnya,” tutup Andhika.(*/Asw)

Komentar