Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Banggai atas kesuksesan penyelenggaraan Festival Teluk Lalong (FTL) 2025. Senator muda ini menilai agenda tahunan tersebut telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap sektor pariwisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta kebudayaan di Kabupaten Banggai.
Kehadiran Andhika Amir di pembukaan FTL 2025, yang bertempat di RTH Lalong, Kabupaten Banggai pada 5 November 2025, disambut meriah. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan kepala daerah dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah.
FTL 2025 merupakan agenda rutin Pemkab Banggai, melalui Dinas Pariwisata yang bertujuan mengenalkan dan mempromosikan pariwisata, khususnya keindahan bahari, budaya, dan kearifan lokal.
Andhika Amir secara khusus memuji kinerja Pemerintahan Daerah di bawah kepemimpinan Bupati Banggai, Ir. H. Amiruddin Tamoreka.
“Kegiatan ini tentu memberikan dampak Positif terhadap sektor pariwisata, UMKM dan juga Kebudayaan. Kita lihat bagaimana aransemen lagu yang dinyanyikan adik-adik kita, itu sangat keren, belum lagi ramainya tenant untuk pelaku UMKM, tentu wajib kita memberikan apresiasi atas suksesnya kegiatan Pemda Kab. Banggai di bawah Kepemimpinan Pak Amiruddin Tamoreka,” ujar Senator Andhika.
Senator DPD RI ini juga turut menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Banggai, Ismed M. Wardhana, M.Si, beserta tim yang dinilai telah bekerja keras menyukseskan acara tersebut.
Ia berharap kegiatan FTL dapat berlanjut secara rutin dan berkelanjutan, sehingga dampak positifnya bagi masyarakat Kabupaten Banggai—dalam hal peningkatan ekonomi, pelestarian budaya, dan promosi pariwisata—dapat terus berkembang.
Sementara itu, Kadispar Banggai yang menjadi Ketua Panitia FTL 2025, Ismed M. Wardhana, menjelaskan bahwa tema “Pesona Harmoni Banggai” yang diusung merupakan gambaran dari Visi Misi Bupati & Wakil Bupati Banggai yang terangkum dalam kalimat indah, “Gerbang Berbudaya.”
“Di Kabupaten Banggai empat etnis, yakni, Banggai, Balantak, Saluan, dan Andio (BABASALAN)
hidup berdampingan dengan suku lainnya. Harmoni Banggai bukan hanya sebuah kata melainkan keadaan Kabupaten Banggai saat ini,” tutup Ismed M. Wardhana, menekankan keberagaman yang menjadi kekuatan daerah.(*/Asw)

Komentar