Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, menyampaikan pesan perubahan kepada para lulusan pada malam pengukuhan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Jumat (21/11)
Dr. Sutrisno menjelaskan bahwa perubahan adalah langkah awal yang telah dilakukan para lulusan. Ia mengutip pesan Al-Qur’an “Innallaha laa yughayyiru maa biqaumin hatta yughayyiru maa bi anfusihim”, sebagai pengingat bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri.
Rektor kemudian menggambarkan lima komponen penting dalam konsep perubahan (change), yakni: Awareness atau kesadaran diri, Desire atau keinginan untuk berubah, Knowledge atau ilmu, Action atau tindakan, dan Sustainable atau keberlanjutan.
“Tanpa kesadaran, keinginan, ilmu, tindakan, dan keberlanjutan, perubahan tidak akan berjalan. Hari ini status Anda telah berubah menjadi sarjana pendidikan. Itulah proses perubahan yang sesungguhnya,” ujar Rektor.
Ia mengutip ayat lain dalam Al-Qur’an, bahwa Allah mengangkat derajat orang beriman dan berilmu. Menurutnya, status baru sebagai sarjana membuat para lulusan dituntut siap memasuki dunia pendidikan yang semakin kompleks.
Rektor menjelaskan bahwa dinamika pendidikan tinggi kini bergeser dari konsep teaching center menuju student center learning. Mahasiswa diberi ruang lebih luas untuk berinovasi dan berkarya, sementara dosen berperan sebagai pemandu. Hal ini, katanya, menuntut lulusan untuk memiliki kemampuan komunikasi yang baik, sebagaimana juga ditekankan oleh Dekan FKIP.
Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan literasi digital, terutama karena pembelajaran kini berada dalam ekosistem teknologi seperti artificial intelligence, big data, dan cloud computing. Guru-guru, menurutnya, harus siap menghadapi perkembangan tersebut.
“Interaksi digital itu penting untuk bertahan di tengah disrupsi yang terjadi di berbagai bidang. Soft skill harus terus ditingkatkan agar Anda mampu survive dalam kondisi yang tidak menentu,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Dr. Sutrisno berpesan agar para alumni menjaga integritas serta terus mempromosikan Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai. Ia optimistis FKIP yang telah terakreditasi “Baik Sekali” dapat segera menuju predikat unggul.
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jadilah akademisi yang visioner,” tutupnya. ***

Komentar