Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banggai mencatat pengumpulan zakat dalam bentuk sembako selama bulan Ramadan di Kabupaten Banggai mulai menunjukkan peningkatan, Senin, (9/3).
Bagian Amil Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Banggai, Rifandri B, mengatakan pengumpulan zakat yang dilakukan selama Ramadan saat ini masih bersifat sementara dan belum merupakan akumulasi keseluruhan karena proses pengumpulan masih berlangsung hingga akhir Ramadan.
“Untuk zakat sembako memang belum diakumulasi sepenuhnya karena pengumpulan masih berjalan sampai akhir Ramadan. Namun sejauh ini sudah ada peningkatan meskipun belum signifikan,” ujarnya.
BAZNAS Kabupaten Banggai pada tahun 2026 menargetkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) sebesar Rp1,2 miliar. Sumber pengumpulan tersebut berasal dari berbagai pihak, termasuk potongan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat yang secara sukarela menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
Dari hasil pengumpulan sementara selama Ramadan, zakat dalam bentuk sembako tercatat telah mencapai 391 paket. Selain itu, BAZNAS Banggai juga menerima bantuan beras dari BAZNAS pusat di Jakarta yang penyalurannya dikoordinasikan melalui Bulog Luwuk.
Jumlah bantuan beras yang disalurkan melalui BAZNAS Banggai menurut Rifandri, sebenarnya mencapai 500 sak. Namun karena pelaporan BAZNAS Banggai masih terintegrasi dengan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dan Banggai Laut (Balut), maka sebagian bantuan tersebut dibagikan ke dua daerah tersebut masing-masing 150 sak beras.
Penyaluran zakat kepada masyarakat penerima manfaat dilakukan dengan menyesuaikan jumlah pengumpulan yang masuk selama Ramadan. BAZNAS juga menargetkan agar bantuan tersebut dapat tersalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
“Kami mengupayakan sebelum Idul Fitri seluruh bantuan zakat sudah tersalurkan kepada para mustahik yang berhak menerima,” kata Rivandri. (tr-01)

Komentar