KKN Unismuh Luwuk Tuntas, Mahasiswa Diminta Segera Serahkan Laporan

Luwukpost.id -

Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk secara resmi menarik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan ke-39 setelah menjalani pengabdian selama sekitar 40 hari di Kecamatan Pagimana.

Ketua LP3M Unismuh Luwuk, Risno Mina, mengatakan seluruh rangkaian KKN telah dilaksanakan sesuai tahapan yang direncanakan, mulai dari pendaftaran, pembekalan hingga pelaksanaan di lapangan.

“Pelaksanaan KKN berlangsung sekitar 40 hari dan bertepatan dengan bulan Ramadan. Kami berharap kegiatan ini menjadi amal jariah bagi seluruh mahasiswa,” kata Risno dalam kegiatan penarikan KKN di kampus Unismuh Luwuk.

Menurut dia, penarikan ini menandai tahapan akhir kegiatan mahasiswa di lapangan. Setelah kembali ke kampus, peserta KKN diwajibkan menyelesaikan sejumlah luaran akademik.

Mahasiswa diminta menyiapkan laporan kegiatan, artikel ilmiah, serta video dokumentasi sebagai bagian dari pertanggungjawaban program pengabdian masyarakat yang telah dijalankan.

Selain itu, LP3M juga sebelumnya telah menyiapkan kuesioner evaluasi yang wajib diisi oleh setiap posko KKN. Evaluasi tersebut akan menjadi bahan penilaian untuk memperbaiki penyelenggaraan KKN ke depan.

“Setiap posko wajib memasukkan kuesioner. Ini penting untuk mengevaluasi pelaksanaan KKN yang sudah berjalan,” ujarnya.

Risno menjelaskan, panitia akan melaksanakan pleno penilaian pada 14 Maret untuk menentukan hasil akhir kegiatan KKN mahasiswa.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh kelompok segera menyelesaikan dan menyerahkan laporan serta luaran yang menjadi kewajiban akademik mereka.

Dalam pelaksanaan KKN kali ini, mahasiswa ditempatkan di 17 desa, Kecamatan Pagimana dengan target menghasilkan puluhan artikel publikasi ilmiah dari kegiatan yang dilakukan di lapangan.

“Jika setiap posko menghasilkan artikel, diperkirakan ada sekitar 32 artikel publikasi. Ini tentu berdampak bagi mahasiswa, fakultas, hingga universitas,” kata Risno.

Menurut dia, publikasi tersebut juga menjadi salah satu indikator penting yang mendukung akreditasi perguruan tinggi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta panitia yang telah mendampingi mahasiswa selama menjalankan program KKN.

“Kami berterima kasih kepada para dosen pembimbing dan panitia. Alhamdulillah pelaksanaan KKN berjalan lancar,” ujarnya.

Risno berharap pengalaman pengabdian di desa selama Ramadan memberi nilai positif bagi mahasiswa dan masyarakat tempat mereka melaksanakan KKN.

“Semoga apa yang dilakukan selama KKN menjadi amal jariah dan memberikan manfaat bagi masyarakat di lokasi pengabdian,” katanya. ***

Komentar