Momentum Idul Fitri, Keluarga Besar Mujiono Lestarikan Tradisi Berbagi di Hari Kemenangan

Luwukpost.id -

Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Mujiono, SH, MH, di Kompleks Kuburan Cina, Kelurahan Kompo, pada momen perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kediaman sosok yang menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setda Banggai ini menjadi titik kumpul keluarga besar untuk saling bermaaf-maafan.

Acara silaturahmi yang telah menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung khidmat. Tidak sekadar berkumpul, momen ini dimanfaatkan untuk mempererat tali persaudaraan yang mungkin jarang bertatap muka karena kesibukan sehari-hari.

Salah satu pemandangan yang paling dinanti adalah tradisi pembagian “angpao” Lebaran kepada anak-anak dan anggota keluarga. Keceriaan pecah saat amplop-amplop berisi uang dibagikan sebagai simbol berbagi kebahagiaan di hari kemenangan.

Mujiono mengungkapkan bahwa tradisi ini memiliki akar nilai yang dalam, yakni sebagai bentuk implementasi dari ajaran sedekah dan zakat dalam Islam. Menurutnya, pemberian tersebut bukan sekadar rutinitas bagi-bagi uang, melainkan sarana menanamkan nilai kepedulian sejak dini.

“Lebaran adalah momentum emas untuk mempererat silaturahmi keluarga dari berbagai daerah seperti kalimantan,yogyakarta,kota malang dan kota Indramayu, makasar, madiun serta kota sumatra.Pemberian angpao ini menjadi simbol kasih sayang dan cara kita berbagi kebahagiaan, terutama kepada anak-anak agar mereka merasakan keberkahan Idulfitri,” ujar Mujiono di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peristiwa sakral ini memberikan dampak psiko-sosial yang positif bagi keluarga. Kehangatan yang tercipta di hari raya menjadi inspirasi moral untuk menjaga kekompakan di hari-hari biasa.

“Peristiwa sakral yang sedang kita nikmati ini menumbuhkan kebersamaan yang jarang didapatkan di hari-hari lain. Suasana penuh tawa ini adalah gambaran nyata makna Idul fitri sebagai hari kemenangan,” tambahnya.

Tradisi serupa diharapkan terus dilestarikan oleh masyarakat luas. Selain sebagai bagian dari budaya, hal ini menjadi sarana efektif untuk memupuk rasa syukur serta menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Banggai.(AP)

Komentar