Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banggai menggelar Pertemuan Fasilitas Kesehatan (Faskes) Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Tingkat Kabupaten Banggai Tahun 2026, Selasa (14/4).
Kegiatan yang berlangsung di Luwuk ini dihadiri oleh perwakilan dari 43 Faskes yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Banggai. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat komitmen, mengevaluasi capaian, serta memecahkan masalah dalam program pelayanan KB guna menurunkan risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan mendukung percepatan penurunan stunting.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banggai, Helena A. Padeatu, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa Faskes, mulai dari Rumah Sakit, Puskesmas, hingga Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), merupakan ujung tombak keberhasilan program KB di lapangan.
“Keberhasilan program KB sangat bergantung pada kinerja, dedikasi, dan keaktifan para tenaga pengelola KB di seluruh Faskes dengan dukungan tenaga lini lapangan,” ujar Helena dalam sambutannya.
Helena menekankan empat poin krusial yang harus dicapai oleh para penyedia layanan, yakni, pertama, peningkatan Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR) untuk memastikan cakupan peserta KB baru dan aktif terus meningkat, terutama pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Kedua, optimalisasi Pelayanan KB Pasca Persalinan (KBPP) guna mengatur jarak kelahiran. Ketiga, penguatan konseling kualitas agar pasangan usia subur mendapatkan informasi yang tepat. Terakhir, menekan angka putus pakai kontrasepsi (drop out) dengan meningkatkan kepuasan akseptor.
Selain sebagai sarana evaluasi kinerja, pertemuan ini juga menjadi wadah identifikasi masalah terkait ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (Alolkon), Sumber Daya Manusia (SDM), hingga sistem pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SIGA dan SIRIKA.
“Saya berharap melalui pertemuan ini, kendala di lapangan dapat didiskusikan sehingga ditemukan solusinya. Para bidan harus terus berinovasi dalam mengedukasi keluarga berisiko stunting agar mereka memahami pentingnya ber-KB untuk menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara PKB/PLKB dengan tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Banggai demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih tinggi melalui program unggulan daerah “Gerbang Sehat”.(AP)

Komentar