BKKBN Pusat Evaluasi Kinerja Penyuluh KB Banggai

Luwukpost.id -

Sekretariat Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat melakukan pemantauan langsung terhadap kinerja dan kedisiplinan para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) serta Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) se-Kabupaten Banggai.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Sekretariat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Pusat, Irmawati, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Tenny C. Soriton, di ruang pertemuan DP2KB-P3A Banggai, Selasa (21/4/2026).

Dalam arahannya, Irmawati memberikan apresiasi kepada Pemkab Banggai melalui DP2KB-P3A yang telah memfasilitasi koordinasi ini. Ia menegaskan bahwa peran Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana (OPDKB) sangat vital sebagai motor penggerak program Bangga Kencana di daerah.

“Meskipun secara status kepegawaian PKB merupakan ASN pusat, namun pemberdayaan dan pendayagunaannya ada di kabupaten/kota. Koordinasi ini strategis untuk memastikan penempatan petugas sesuai dengan kebutuhan wilayah, jumlah pasangan usia subur, dan luas wilayah,” ujar Irmawati.

Ia mengakui bahwa jumlah tenaga penyuluh di Banggai saat ini belum ideal. Dengan 24 kecamatan, 46 kelurahan, dan 291 desa, Kabupaten Banggai hanya memiliki 40 tenaga penyuluh vertikal. Namun, tantangan tersebut terbantu dengan adanya dukungan tenaga harian lepas (kontrak) dari daerah yang ditempatkan di balai-balai penyuluhan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Tenny C. Soriton, menyoroti aspek kedisiplinan, terutama terkait absensi dan pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam administrasi kehadiran tidak hanya berdampak pada kinerja organisasi, tetapi juga menghambat realisasi keuangan, termasuk Tunjangan Kinerja (Tukin).

“Dari 500 lebih PKB di Sulteng, 10 orang saja yang tidak disiplin absen, itu berpengaruh pada penilaian kinerja organisasi secara keseluruhan. Sangat disayangkan jika kesejahteraan yang sudah disiapkan pemerintah tidak bisa diterima hanya karena kelalaian absen,” tegas Tenny.

Ia juga menekankan pentingnya bagi setiap petugas untuk mengamalkan nilai dasar ASN “Berakhlak” serta filosofi transformasi BKKBN yaitu Flower Bee Honey. Filosofi tersebut melambangkan profesionalisme (Flower), kolaborasi dan integritas (Bee), serta hasil kerja yang bermanfaat bagi kepuasan masyarakat (Honey).

“Penyuluh adalah ujung tombak. Saya ingatkan kembali, jabatan fungsional PKB memiliki tanggung jawab penuh dalam penyuluhan, pelayanan, hingga pengembangan program di lapangan. Pastikan semua terdokumentasi dengan baik dalam sistem penilaian kinerja,” tutupnya.(AP)

Komentar