Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banggai menggelar Sosialisasi Petunjuk Teknis Penggunaan Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) pada Rabu (3/6) di Aula Kantor DP2KBP3A Banggai.
Agenda ini diselenggarakan atas pentingnya penyamaan persepsi, baik bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB Kabupaten maupun jajaran Penyuluh KB di tingkat Kecamatan. Sosialisasi ini membedah Peraturan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOKB, sekaligus sebagai upaya peningkatan kapasitas Tenaga Lini Lapangan di daerah tersebut. Melalui momentum ini, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah efektif dalam menginformasikan pelaksanaan kegiatan serta realisasi anggaran BOKB Tahun Anggaran 2026.
Terdapat dua tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan ini. Pertama, meningkatkan pengetahuan peserta mengenai petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan dan anggaran BOKB Tahun 2026. Kedua, mengevaluasi pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di wilayah Kabupaten Banggai.
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 peserta, terdiri dari Penyuluh KB se-Kabupaten Banggai (PLKB/PKB/P3K/P3K Paruh Waktu), pejabat eselon 3, Jabatan Fungsional (Jafung), serta pelaksana OPD KB Kabupaten Banggai. Adapun materi pokok disampaikan langsung oleh tim narasumber dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, yakni Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng, serta Ketua Tim Kerja 1 Pengelolaan Kependudukan.
Dalam arahannya, Kepala DP2KBP3A Banggai, Helena Agustina Padeatu, SH., M.Hum., memberikan teguran sekaligus peringatan keras terkait kedisiplinan pegawai, khususnya bagi aparatur berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Ia menegaskan bahwa evaluasi kinerja akan dipantau ketat dan dilaporkan secara berjenjang ke tingkat provinsi hingga kementerian.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, bagi P3K yang menunjukkan kinerja buruk atau tidak baik, masa kontraknya tidak akan diperpanjang lagi. Khusus P3K yang melanggar, (kontraknya) akan diputus,” tegas Helena.
Helena juga meminta para penyuluh untuk senantiasa siaga di wilayah tugas masing-masing dan menghentikan kebiasaan meninggalkan pos tanpa alasan jelas. Ia menyoroti temuan lapangan di salah satu balai penyuluhan yang kedapatan kosong tanpa aktivitas pelayanan akibat penyalahgunaan sistem kerja dinas.
“Terkait penerapan WFH (Work From Home) dan WFO (Work From Office), jangan sampai alasan WFH membuat kantor kosong sama sekali. Koordinasi dari kecamatan harus tetap berjalan baik. Jika Anda bertugas di kantor, maka Anda harus stay dan siaga di tempat tersebut,” tambahnya.
Masih dalam kegiatan yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, Nuryamin, S.TP., MM., mengajak seluruh Tenaga Lini Lapangan untuk menumbuhkan mentalitas juara dan memberikan performa kerja terbaik sebagai abdi negara. Menurutnya, dedikasi yang setengah-setengah hanya akan berdampak buruk pada capaian program serta kualitas generasi binaan.
“Mental juara harus selalu tumbuh di dalam diri kita. Jangan bekerja setengah-setengah. Figur teladan itu dimulai dari kita sendiri sebagai orang tua ataupun pembina. Jika usaha dan kerja kita setengah-setengah, maka hasil dan respon lingkungan pun akan demikian. Sebaliknya, jika kita bekerja secara totalitas, ikhlas, dan ‘gas full’ di setiap program, insyaallah semua akan ada jalannya,” ujar Nuryamin memotivasi.
Nuryamin juga mengingatkan para penyuluh agar tetap optimis dan tidak menjadikan beban wilayah kerja sebagai hambatan. Ia meminta jajarannya mengubah pola pikir dari mengeluh menjadi mencari solusi.
“Jangan bilang susah, sulit, atau berat. Lisanmu adalah doamu. Bangkitkan diri kita, katakan bahwa semua itu gampang. Saya mengalami sendiri apa yang Anda rasakan dulu, karena saya merangkak dari bawah sebagai penyuluh KB. Saya pernah menjadi Ketua IPKB Kota Makassar dan dinobatkan sebagai PLKB Teladan. Mengapa itu bisa terjadi? Karena semua tantangan saya hadapi dengan optimisme. Jadi, bagi teman-teman yang memegang 3, 4, hingga 5 desa, jangan bilang susah. Semua gampang jika kita yakin Allah bersama kita,” pungkas Nuryamin. (Ap)

Komentar