Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai terus bergerak maju dalam berbagai aspek pengembangan kampus. Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Sutrisno K Djawa, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dosen menjadi prioritas utama sejak awal menjabat, dengan memberikan dukungan beasiswa bagi dosen yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Hingga saat ini, keberhasilan tersebut telah terlihat jelas dengan lahirnya 44 dosen bergelar doktor di lingkungan kampus.
Setelah target penguatan SDM dosen tercapai dengan baik, saat ini fokus pengembangan mulai dialihkan ke pembangunan sarana dan prasarana. Unismuh Luwuk sedang membangun Gedung Kampus 2 yang berlokasi di Kecamatan Luwuk Utara, yang nantinya akan difungsikan sebagai gedung kuliah bersama.
“Pembangunan sementara dilakukan dengan total anggaran mencapai Rp 9,9 miliar,” ujar Dr. Sutrisno K Djawa usai membuka kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN-MB Angkatan 40 Tahun 2026, Kamis pekan lalu.
Proses pembangunan gedung baru ini saat ini telah mencapai kemajuan 45 persen, dengan target capaian 60 persen pada bulan Agustus mendatang. Secara keseluruhan, pembangunan ditargetkan selesai sepenuhnya pada November 2026, dan rencananya akan diresmikan langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Untuk merampungkan seluruh tahapan pembangunan secara menyeluruh, dibutuhkan total dana sebesar Rp 12,6 miliar. Gedung baru ini akan dilengkapi dengan 14 ruang kelas, melengkapi gedung lama yang sebelumnya telah memiliki kapasitas 12 ruangan.
Rektor Dr. Sutrisno K Djawa menambahkan, tingginya minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di Unismuh Luwuk harus sejalan dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, terutama ruang pembelajaran. “Unismuh Luwuk akan maju. Jadi harus disiapkan infrastrukturnya,” tegasnya.
Selain Kampus 2, pengembangan jangka panjang juga telah direncanakan. Unismuh Luwuk telah menyiapkan lahan seluas 14 hektar di Kecamatan Luwuk Selatan yang nantinya akan dikembangkan sebagai lokasi Kampus 3. ***

Komentar