Salurkan Bantuan Mesin Tetas di Bukit Jaya, JOB Tomori & UNTIKA Perkuat Konservasi Maleo

Luwukpost.id -

JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) menyerahkan bantuan mesin tetas telur burung Maleo (Macrocephalon maleo) kepada Kelompok Konservasi Desa Bukit Jaya, Kecamatan Toili Jaya, Kabupaten Banggai, pada Sabtu (18/07/2026) lalu. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konservasi Maleo berbasis masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna yang diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan penetasan salah satu satwa endemik Sulawesi yang berstatus terancam punah.

Pengembangan teknologi penetasan ini merupakan hasil kolaborasi multipihak yang melibatkan Dr. Mobius Tanari, pakar konservasi Maleo dari Universitas Tadulako, yang selama lebih dari dua dekade mengembangkan teknologi penetasan ex situ. Teknologi inkubasi tersebut dirancang untuk meningkatkan keberhasilan penetasan telur Maleo yang di habitat alaminya menghadapi berbagai ancaman, seperti perburuan telur, predator, dan degradasi habitat. Pendekatan ini menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung upaya pelestarian populasi Maleo secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Universitas Tompotika (UNTIKA) Luwuk berperan memberikan pendampingan teknis kepada Kelompok Konservasi Desa Bukit Jaya, mulai dari instalasi mesin tetas, penyusunan prosedur operasional, hingga peningkatan kapasitas anggota kelompok dalam pengelolaan penetasan dan pemeliharaan anakan Maleo.

Program konservasi dalam kerjasama ini disambut baik Rektor UNTIKA, Taufik Bidullah. Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menciptakan sistem konservasi yang berkelanjutan.

“Kolaborasi antara industri, akademisi, pakar konservasi, dan masyarakat tersebut diharapkan mampu membangun sistem konservasi Maleo yang lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan,” katanya.

Kelompok Konservasi Desa Bukit Jaya sendiri merupakan salah satu kelompok binaan JOB Tomori yang selama ini berperan aktif menjaga habitat Maleo, mengamankan telur dari berbagai ancaman, serta mendukung program pelepasliaran burung Maleo di Kabupaten Banggai. Kehadiran teknologi penetasan ini diharapkan semakin memperkuat kapasitas kelompok dalam menjalankan upaya konservasi berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan keberhasilan penetasan telur Maleo. (*)

Komentar