TANGERANG, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, resmi menawarkan berbagai potensi perikanan unggulan berorientasi ekspor sekaligus membuka peluang investasi pabrik pengolahan hasil laut dalam ajang Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026. Pameran promosi daerah skala nasional ini berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Hall 3 dan 3A, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Banggai, Adhy Mauluddin, S.ST.Pi., menyatakan bahwa keikutsertaan ini menyasar investor untuk membangun hilirisasi berbasis kelautan dan perikanan secara terintegrasi.
“Tahun ini kami menampilkan potensi ekspor komoditas unggulan seperti gurita, udang vaname, lobster, serta ikan demersal dan pelagis seperti cakalang. Pemerintah Kabupaten Banggai di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Ir. Amirudin, S.P., M.P., M.M., AIFO dan Drs. Furqanudin Masulili, sangat terbuka terhadap investor. Kami siap mempermudah segala bentuk rekomendasi dan menyiapkan lahan bagi yang berminat membangun pabrik atau unit pengolahan,” ujar Adhy di stand pameran, Sabtu (29/8/2026).
Sektor perikanan Banggai didukung oleh produksi budidaya yang melimpah sebagai jaminan pasokan bahan baku pengolahan. Berdasarkan data statistik tahun 2025 dan 2026, struktur produksi daerah meliputi, Total Production Budidaya 2025: 6.599,68 ton. Kemudia Komoditas Domina 2025: Udang vaname menyumbang porsi terbesar hingga 6.448,62 ton.
Selanjutnya, Komoditas Budidaya Lain (2025): Ikan lele (50,31 ton), kuwe (40,85 ton), rumput laut Eucheuma cottonii (24,5 ton), Eucheuma spinosum (13,42 ton), nila (12,25 ton), bandeng, mas, gurame, mujair, gabus, dan belut.
Produksi Pembesaran Triwulan II 2026: Tersebar sekitar 500 ton, dengan udang vaname menyumbang sekitar 481 ton.
Aktivitas ekspor perikanan Kabupaten Banggai telah menjangkau pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Jepang, Meksiko, Australia, Vietnam, Korea Selatan, Malta, Republik Dominika, dan Turki.
Data Stasiun Pusat Pengendalian Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (PPMHKP) Luwuk Banggai mencatat ekspor berlanjut sepanjang 2025 hingga 2026 dengan ragam varian gurita olahan (Frozen Whole Cleaned, Yucatan Style, Octopus Hands, Cut Boil Blanch) serta komoditas unik seperti Frozen Nike Fish.
Pemerintah Daerah menegaskan bahwa dorongan investasi pabrik pengolahan bertujuan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian lokal. Dengan pengolahan di dalam daerah, nilai tambah komoditas meningkat, ekosistem pasok dari nelayan hingga distributor terintegrasi, serta lapangan kerja baru terbuka luas.
Seluruh pengembangan sektor ini dipastikan tetap menerapkan prinsip perikanan berkelanjutan guna menjaga kelestarian ekosistem laut Banggai.(*)

Komentar