Dugaan Pemukulan Petugas Bandara Luwuk, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Luwukpost.id -

 

 

AKBP Satria Adrie Vibrianto

LUWUK, LUWUK POST— Polres Banggai kini memeriksa sejumlah saksi atas dugaan pemukulan yang dilakukan oknum anggota DPRD Banggai kepada petugas Avsec Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk pada Sabtu pagi (29/8).

Pemukulan ini buntut dari petugas Avsec yang diketahui bernama Muhammad Ridwan menegur seorang anggota DPRD Banggai Suharto Yinata lantaran tidak menggunakan masker. Suharto yang tidak terima langsung turun dari mobilnya, lalu diduga balik menyerang dengan memukul Muhhamad Ridwan di bagian perut.

Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto menyatakan, pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi berdasarkan laporan polisi nomor: LP.B3/97/VIII/2020/Res Banggai. Dalam laporan itu, korban mengaku dipukul satu kali di bagian perut.

“Masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi,” kata Satria, Senin (31/8).

Berdasarkan kronologis yang diterima Harian Luwuk Post, sekira pukul 09.25 Wita, oknum anggota DPRD Banggai Suharto Yinata bersama dua penumpang lainnya ditegur oleh petugas portal Bandara Luwuk karena tidak menggunakan masker. Namun, dua penumpang menolak menaati protokol kesehatan Covid-19 yang diterapkan di bandara tersebut.

Tiba-tiba, Suharto Yinata turun dari mobilnya. Dia membentak bahkan diduga memukul petugas di bagian perut sembari mengaku sebagai anggota DPRD Banggai.

Sementara itu, Suharto Yinata membantah melakukan penganiayaan terhadap seorang petugas Avsec Muhammad Ridwan.

Suharto menjelaskan, saat itu, dirinya hendak masuk ke area bandara. Tiba-tiba petugas Avsec di portal masuk mendekati lalu menegur Suharto Yinata agar menggunakan masker.

Meski Suharto Yinata sudah menggunakan masker, petugas tetap melarangnya masuk bandara dengan cara menahan karcisnya. “Petugas bilang, yang di belakang tidak menggunakan masker. Saya bilang istri saya cuma mengantar saja tidak turun masuk bandara. Kalau dalam mobil suka-suka saya mau pakai masker atau tidak, itu urusan saya,” kata politikus Partai Hanura ini kepada awak media.

Namun, petugas bandara tetap saja menolak memberikan karcis masuk. Tidak terima dengan perlakukan petugas, Suharto Yinata turun dari mobilnya lalu merampas karcis dan mendorong petugas. “Saya sudah jelaskan tapi petugas tidak mau kasih masuk. Karcis saya ditahan. Saya langsung turun lalu rampas karcis dan dorong perutnya. Saya bilang kamu tidak sopan, itu saja,” papar Suharto. (awi)