![Tampilan laman resmi DPRD Sulteng ketika dihack terkait penolakan omnibus law. [Foto repro]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/10/ss-palu-hactivist-142x300.jpeg)
Isi hacker tersebut ditujukan ketua DPRD Sulteng Nilam Sari Lawira, yang tak pernah menemui massa selama aksi unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPRD Sulteng.
“Halo bapak/ibu Anggota DPRD provinsi sulteng. Apa kabar? Ibu Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira, apa kabar bu? Di sini teman-teman kami lagi berunjuk rasa, namun sepertinya kami sulit untuk didengar oleh kalian.Kami harap Ibu Ketua DPRD Sulteng sekarang harus lebih prioritaskan untuk mendengar aspirasi teman-teman pengunjuk rasa ini daripada ibu ketua yang lebih prioritaskan mengurus tim pemenangan pilkada Sulteng. Kami tau ibu menjadi Ketua Tim Pemenangan untuk salah satu calon di Pilkada Sulteng, yang kami mau di sini Ibu Ketua dan Anggota DPRD lainnya harus lebih prioritaskan untuk mendengar aspirasi masyarakat terlebih dahulu dibandingkan kepentingan pribadi kalian,” isi pesan hacker tersebut.
Akronim DPRD pun dipelesetkan menjadi Dewan Pengkhianat Rakyat Daerah (DPRD). Sejak Sabtu, laman DPRD Sulteng sudah kembali normal.
Kepala Bagian Persidangan dan Alat Kelengkapan Dewan dan Humas Protokol Sekretariat DPRD Sulteng Wahid Irawan membenarkan pembobolan tersebut ulah hacker.
“Kita sudah tahu ada yang hack ada 36 orang. Sekarang sudah normal kembali,” kata Wahid, Sabtu (10/10). (bas)

![paripurna penetapan gubernur PENETAPAN GUBERNUR DAN WAGUB TERPILIH: Gubernur Sulteng terpilih Rusdy Mastura dan Wakil Gubernur Sulteng terpilih Ma’mun Amir hadir dalam sidang paripurna DPRD Sulteng, Senin (1/2) agenda penetapan Gubernur Sulteng dan Wakil Gubernur Sulteng terpilih. [Foto: Dok Humas Pemprov Sulteng]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/paripurna-penetapan-gubernur.jpeg)
![unjuk rasa senin 12 okt (1) Sejumlah perwakilan mahasiswa saat dialog dengan politisi DPRD Sulteng, Senin (12/10). Dialog tersebut gagal mencapai mufakat. Foto lain, unjuk rasa mahasiswa dihalangi kawat berduri, 500 meter dari gedung DPRD Sulteng di kota Palu. [Foto Barnabas Loinang/ Luwuk Post ]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/10/unjuk-rasa-senin-12-okt-1.jpeg)
![PALU LUWUK POST_Chaos Bentrokan antara kepolisian dan mahasiswa pada unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law di Jalan Samratulangi, Palu, Kamis (8/10). [Foto Barnabas Loinang/ Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/10/PALU-LUWUK-POST_Chaos.jpeg)
