LUWUK,LUWUK POST-Kuasa hukum Pasangan calon nomor urut 3 Herwin Yatim-Mustar Labolo, Moh Ruliyandi meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banggai untuk bekerja secara profesional. Penegasan itu disampaikan Ruliyandi setelah melakukan pertemuan bersama Plt Ketua Bawaslu kabupaten Banggai Muh Saiful Saide, Selasa (15/12) malam.
Ruliyandi mengungkapkan, saat ini tim pasangan calon dengan tagline Winstar ini telah melaporkan 37 kasus pelanggaran dugaan money politik (politik uang) yang diduga dilakukan pasangan calon nomor urut 2 Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili. “Laporan money politic ini sangat massif dilakukan. Sehingga kami meminta agar Bawaslu melakukan penegakan dan bekerja secara profesional,” jelasnya.
Ruliyandi menggambarkan, banyak kasus dugaan pelanggaran money politic yang diduga dilakukan pasangan calon nomor urut dua itu mengindikasikan 99 persen terjadi di semua wilayah di daerah ini. “99 persen pelanggaran dugaan money politik ini terjadi. Kami berkoordinasi sekaligus menyampaikan klarifikasi sejauh mana laporan pasangan Winstar ini diproses oleh Bawaslu,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, seluruh pelanggaran money politic yang disampaikannya tersebar di 22 kecamatan. Dampaknya, dugaan money politic ini berdampak pada keresahan masyarakat. “Posisi Bawaslu sangat penting untuk memproses laporan Winstar. Kami juga akan mengawal proses ini,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Ketua Bawaslu Kabupaten Banggai, Muh Saiful Saide mengungkapkan, hingga saat ini Bawaslu Kabupaten Banggai telah menerima 37 laporan dugaan money politic yang disampaikan pasangan calon Winstar. “Dari 37 laporan itu, yang sudah diregistrasi 28 kasus,” jelasnya.
Bawaslu, kata dia, tetap bekerja secara profesional meski diakuinya saat ini komisioner Bawaslu terbatas. Upaya Bawaslu dibuktikan dengan telah memanggil sejumlah saksi dan pelapor yang mengetahui langsung terjadinya dugaan money politic tersebut. “Kita sudah memanggil beberapa saksi dan sudah bekerja. Misalnya, hari senin lalu kita proses 3 kasus, selasa 11 kasus dan Rabu 9 kasus,” tuturnya. (bdi)




