PEMILIHAN kepala daerah kedua kalinya di Kabupaten Banggai Laut akan menjadi catatan khusus di masa mendatang. Selang satu bulan, pemilih dikejutkan dengan dua turbulensi. Sejak awal waswas dengan pandemi Covid-19.
—-
Pagi di awal pekan semua berlangsung seperti biasa. Kendaraan hilir mudik di jalanan mengejar waktu, pasar mulai riuh, kantor-kantor pemerintah disesaki pegawainya sejak pukul 07.30.
Sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum, KPU Kabupaten Banggai Laut memburu waktu dengan hati-hati, karena pemungutan suara untuk memilih gubernur dan bupati segera tiba.
Matahari yang mulai beranjak membumbung, hiruk-pikuk tadi tiba-tiba berisik sekaligus prihatin. Di seberang lautan, 2 November pagi itu, beberapa orang berjuang di tengah gelombang. Rusli Banun, almarhum Asgar B. Badalia, dan sembilan penumpang perahu motor cepat tenggelam di perairan Desa Sonit, Kecamatan Bokan Kepulauan.
Akhirnya, almarhum Asgar B. Badalia yang menjadi pendamping Rusli Banun di Pilkada Banggai Laut tak tertolong. Bahkan, dua pengawal dari kepolisian dan seorang tim sukses tak ditemukan hingga kini. KPU Kabupaten Banggai Laut pun segera memproses pergantian calon wakil bupati yang diusulkan Rusli Banun, muncul nama H. Basri. Setelah itu, kertas suara mulai dicetak.
Meski begitu, tahapan Pilkada 2020 tetap berjalan sebagaimana mestinya. Hingga pada akhirnya 32 hari berikutnya, operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi di Kabupaten Banggai Laut di Kamis (3/12) petang membuat publik kaget. Sebab, calon bupati petahana tersandung masalah. Meski begitu, perhelatan pesta demokrasi terus berlanjut dan tidak didiskualifikasi karena belum adanya putusan inkrah.
Dua kejadian menjelang pencoblosan itu, mewarnai Pilkada Kabupaten Banggai Laut kali kedua. Setelah pertama kali mengikuti pemilihan serentak kepala daerah pada tahun 2015. Namun, pesta demokrasi tetap berjalan dan Selasa (15/12) KPU setempat memplenolakan rekapitulasi suara.
Pasangan calon Sofyan Kaepa-Ablit meraih kemenangan dengan perolehan suara 14.107 suara, Wenny Bukamo-Ridaya La Ode Ngkowe mendapatkan 10.765 suara, lalu Tuty Hamid-Richard Manuas di posisi ketiga dengan perolehan suara 10.732, lalu Rusli Banun-Basri hanya mendapatkan 5.035 suara.
Ketua KPU Kabupaten Banggai Laut Muhamad Syarif Asgar Uda’a mengapresiasi seluruh pihak yang turut menyukseskan Pilkada 2020, termasuk para pegawai sekretariat. “Di akhir-akhir itu kita bekerja hampir mendengar suara mengaji subuh baru kita istirahat,” tutur dia setelah pleno rekapitulasi semalam.
Khusus seluruh pasangan calon, Syarif berterima kasih karena telah melewati tahapan demi tahapan. Terakhir, kampanye lebih dari 200 titik sebelum memasuki minggu tenang. “Kepada pihak yang kita tidak bisa sebut satu per satu kami ucapkan juga terima kasih,” katanya.
KPU Kabupaten Banggai Laut mencatat, partisipasi pemilih di Pilkada 2020 mencapai 84,66 persen. Dari total 47.645 daftar pemilih tetap, sebanyak 40.337 orang yang menggunakan hak pilihnya. Partisipasi tertinggi berada di Kecamatan Banggai Selatan dengan persentase 91 persen, disusul Bokan Kepulauan 88,45 persen.
Dengan berakhirnya pleno rekapitulasi, tugas penyelenggara Pemilu tersisa menetapkan pasangan calon terpilih. Karena itu, Syarif meminta agar perangkatnya tetap menjaga kesehatan. “Tahapan itu kita menunggu registrasi dari Mahkamah Konstitusi,” ujar dia.
Pilkada di Tengah Pandemi
Pandemi Covid-19 yang terus meluas memang tak terprediksi. Desember 2015, Tjahjo Kumolo yang lama yang menjabat Menteri Dalam Negeri merilis sebuah buku 259 halaman berjudul Politik Hukum Pilkada Serentak.
Tak ada satu pun paragraf yang menyebutkan wabah ini. Sebab, Covid-19 memang masuk di Indonesia pada awal tahun 2020. Belakangan, meluas ke daerah-daerah, termasuk Kabupaten Banggai Laut. Karena itu, penyelenggara Pemilu segera berkoordinasi dengan instansi kesehatan.
Tantangan Pilkada serentak yang dikhawatirkan sebagaimana yang dipaparkan Tjahjo Kumolo bersumber dari sejumlah aspek, mulai dari kesiapan anggaran, keamanan, kondisi alam, hingga isu calon tunggal yang memang hangat dibincangkan.
Covid-19 yang datang di tahun 2020 atau gelombang keempat Pilkada serentak tak bisa dihindari. Ketua KPU Kabupaten Banggai Laut Muhamad Syarif Asgar Uda’a tak memungkiri hal itu. “Ada yang diisolasi mandiri karena reaktif setelah di-rapid test,” jelasnya.
Beruntung, hasil sampel swab seluruhnya negatif, sehingga cukup dengan isolasi mandiri. Protokol kesehatan terus diperketat, optimisme menyukseskan pemilihan pemimpin lokal kian dipertebal. (ali)
