SALAKAN, LUWUK POST-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) berencana akan meluncurkan program terbaru yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di desa dan kelurahan.
Plt. Kepala Dinas Dispusip Bangkep Ramlin M menerangkan, program tersebut tidak hanya menjadikan perpustakaan sebagai tempat membaca, tetapi juga bahan bacaan bisa dijadikan referensi untuk mendukung kecakapan hidup (lifeskill).
“Artinya apa? masyarakat pembaca bisa langsung mentransformasi hasil bacaannya pada kecakapan hidup sehari-hari,” jelas Ramlin kepada awak media ini di kantornya, rabu (6/1/2020).
Lanjut Ramlin, hal itu tentu bertujuan untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraannya. Terutama di musim pandemi saat ini, keterampilan sangat diperlukan agar tingkat kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
Seperti diketahui, pada gelaran lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat nasional tahun lalu, perpustakaan desa utusan Bangkep meraih juara harapan I (satu) tingkat nasional. Olehnya itu, perpusnas memberi dukungan stimulan untuk pelaksanaan program itu.
“Perpustakaan desa kita yaitu Perpustakaan Dina Desa Ponding-ponding meraih harapan satu, jadi Perpusnas RI berikan dukungan stimulan,” ucapnya.
Tahun ini, sambung dia, Dispusip Bangkep memilih mengusulkan dua perpustakaan desa yakni perpustakaan Montonggulian Desa Mansamat dan Perpustakaan Dina Desa Ponding-ponding untuk pelaksanaan program itu.
Dua perpustakaan desa tersebut juga telah diberikan dukungan dana stimulan APBD dalam menyambut pelaksanaan program itu. Untuk itu salah satu sarana penting yang perlu dipenuhi adalah Informasi dan Teknologi (IT) sesuai tuntutan era digitalisasi saat ini.
“Fasilitas berupa berupa komputer sangat diperlukan untuk pengelolaan perpustakaan saat ini. Kemudian, diadakan juga pelatihan-pelatihan bagi pengelola perpustakaan desa,” tambahnya.
Bahas soal IT, Ramlin mengatakan, hal itu penting. Sebab pada perlombaan perpustakaan desa tahun 2019, perpustakaan desa utusannya hanya meraih gelar juara harapan I (satu), hanya soal tidak tersedianya jaringan internet.
Padahal dua tahun sebelum itu, Bangkep sempat ikut mengharumkan nama Propinsi Sulawesi Tengah dengan meraih juara II tingkat nasional, klaster C tahun 2018 lalu.
“Saat itu perpustakaan desa Tunggaling yang mewakili yang sebelumnya juara satu di tingkat provinsi,” tuturnya.
Kemudian di tahun 2019, Perpustakaan Montunggilian Desa Mansamat juga berhasil mendapat juara dua tingkat nasional. Dan di tahun 2020, perpustakaan Dina Desa Ponding-ponding juara I tingkat provinsi dan juara harapan I tingkat nasional.
Meski begitu dia menilai, progres pencapaian dari tahun 2018 sampai 2020 sudah baik. Bahkan tahun 2020 itu lebih baik kata dia. Olehnya itu Dispusip telah menargetkan juara satu atau dua.
“Berbagai indikator sudah kita penuhi. Ponding-ponding, dilihat dari indikator semua sudah memenuhi kriteria,” tegasnya.
Tetapi jika disesuaikan dengan perkembangan di era digitalisasi saat ini, paling tidak perpustakaan desa yang menjadi utusan lomba harus didukung dengan jaringan internet.
“Olehnya itu, semoga kedepannya daerah kita bisa lebih maju lagi sehingga semua desa bisa diakses jaringan internet,” tutupnya. (tr-01)
