Genangi Ruas Jalan sampai Pemukiman
BANGGAI, LUWUK POST-Air pasang yang terjadi sejak beberapa waktu lalu mengancam permukiman di pesisir pantai Desa Lokotoy, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut. Penimbunan laut di desa itu diduga memperparah dampak fenomena tahunan itu.
Pantauan Harian Luwuk Post, air pasang telah merendam daerah milik jalan. Fenomena alam ini biasanya baru akan berakhir April 2021. “Sampai bulan tiga naik,” kata Tino, seorang warga setempat, Minggu (27/12).
Jika puncak musim air pasang, kata dia, drainase di depan rumahnya dipenuhi air laut. Ruas jalan di pesisir ini juga sudah nyaris terputus setelah disapu banjir. Ketika air pasang, tergenang air laut.
“Kalau masuk, drainase ini rata dengan air,” tuturnya.
Tahun 2019, beberapa titik ruas jalan di pesisir desa ini yang terhubung dengan kantor Camat Banggai Utara selalu digenangi air pasang. Meski begitu, belum terlihat penanganan serius pemerintah daerah.
Kepala BPBD Kabupaten Banggai Laut Mulyadi Mojang telah meninjau pesisir Desa Lokotoy hingga di depan kantor Camat Banggai Utara. “Saya ada monitoring minggu lalu,” tuturnya.
Dari rumah Tino dan kantor Camat Banggai Utara, penimbunan laut yang digunakan kapal pengangkut material bersandar, tampak jelas. Material itu dipasok dari Kabupaten Banggai sekitar 15.000 meter kubik untuk kepentingan pembangunan infrastruktur pemerintah Kabupaten Banggai Laut sejak tahun 2018.
Penelusuran koran ini, pohon bakau yang tumbuh di sekitar lokasi penimbunan material kini tak ada lagi. “Pasti ada dampaknya, apalagi sudah bulan 2 atau 3. Bulan empat baru stop, setelah angin Utara,” kata Tino yang juga pelaut.
Selain Desa Lokotoy, ruas jalan di Desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara turut terdesak air pasang. Pemuda setempat lalu menanam bakau untuk meredam masuk air laut ke jalan. (ali)

![MULAI VAKSINASI MULAI VAKSINASI: Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Banggai Laut dr. Zulkifli Panggato, ME, saat menyampaikan laporan sebelum dimulai pencanangan vaksinas di Puskesmas Banggai, Kamis (4/2). [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/MULAI-VAKSINASI-1.jpg)
![FOTO BALUT GELOMBANG TINGGI: Gelombang tinggi melanda pesisir Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Selasa (2/2). Akibatnya, destinasi wisata Lambangan Pauno harus ditutup dan salah sat rumah warga mengalami kerusakan di bagian dapur. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/FOTO-BALUT.jpg)
![SISTEM INFO DAERAH GUNAKAN SIPD: Layar komputer menunjukkan beranda SIPD, aplikasi yang digunakan organisasi perangkat daerah untuk memasukkan belanja, Selasa (2/2). Tahun sebelumnya pemerintah daerah masih menggunakan SIMDA, mulai 2021 telah dialihkan ke SIPD. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/SISTEM-INFO-DAERAH.jpg)
![James Pinontoan James Pinontoan. [Foto : Rifan/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/James-Pinontoan.jpg)
![SEKOLAH BELUM BUKA SEPI DARI KEGIATAN: SD Negeri Popisi di Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut sepi dari kegiatan belajar mengajar, akhir tahun 2020. Selama pandemi, siswa belajar dari rumah dengan cara guru memberikan tugas atau datang ke rumah siswa. Di SD Negeri Popisi tak semua siswa maupun orangtua memiliki ponsel. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/SEKOLAH-BELUM-BUKA.jpg)
![PLANG MANGROVE PLANG LARANGAN: Dinas Lingkungan Hidup Banggai Laut memasang plang larangan menebang mangrove di Desa Lokotoy, Kecamatan Banggai Utara, Kabupaten Banggai Laut, Selasa (26/1). Rencananya pemerintah daerah membangun jalan dari Desa Lokotoy hingga menembus Pantai Oyama. [Foto: Alisan/Harian Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/PLANG-MANGROVE.jpg)