SALAKAN, LUWUK POST-Naiknya permukaan air laut mengakibatkan puluhan rumah warga Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, terendam. Kondisi itu dialami warga desa setempat setiap dua minggu sekali.
Musim pasang tertinggi permukaan laut, terjadi dua kali sebulan. Tepatnya, ketika bulan belum muncul di langit. Fenomena itu mengakibatkan halaman dan lantai beberapa rumah warga yang tinggal di bibir pantai terendam.
Winter, warga desa setempat membenarkan, saat musim pasang tersebut tiba, beberapa rumah warga terendam setiap sore. Karena fenomena itu terjadi setiap sore hingga malam, pada musimnya.
“Iya, puluhan rumah yang terendam kalau musim pasang itu tiba. Tapi bagian lantainya saja. Tidak sampai setengah badan rumah. Paling tinggi setengah meter dari lantai rumah selama beberapa jam sampai air surut lagi,” kata Winter kepada koran ini, Sabtu (17/1/2020).
Rumah yang terendam, akan dijaga pemiliknya dari sampah yang terbawa arus laut, memasuki perkampungan. Itu dilakukan sepanjang waktu pasang berlangsung. Biasanya pasang tersebut terjadi selama lebih dari dua jam dalam sehari.
Dia menuturkan, di awal perpindahan warga, dari perkampungan tua ke lokasi perkampungan saat ini, pasca gempa tahun 2000 silam, fenomena itu tidak sampai sedemikian kejadiannya. Tapi semakin lama, kondisi tersebut kian bertambah parah.
“Saya perhatikan betul, setiap tahun permukaan laut saat musim pasang itu, semakin lebih tinggi dari sebelumnya,” tutur dia.
Untungnya rumah warga yang terendam, sebagian besar masih berupa rumah panggung. Antara pondasi dan badan rumah tidak terhubung secara permanen. Sehingga mudah bagi pemilik rumah untuk mengangkat badan rumahnya lebih tinggi dari pasang air laut tertinggi.
Meski begitu tidak semua rumah tersebut bisa langsung diangkat lebih tinggi. Karena pengangkatan rumah memerlukan biaya untuk pembelian tiang baru.
Dia hanya berharap, pemerintah daerah bisa memberikan solusi terkait fenomena yang setidaknya membuat warga menjadi tidak nyaman hidup di rumahnya sendiri.
“Semoga kedepan, pemerintah bisa memikirkan solusi apa yang harus dilakukan untuk menangani permasalahan ini,” imbuhnya. (tr-01)
