LUWUK, LUWUK POST— Tidak hanya masyarakat Kecamatan Masama dan Batui, sejumlah pemuda di Kecamatan Moilong juga ikut turun ke jalan menyuarakan penolakan pertambangan nikel di dataran Toili Raya, Selasa (19/1).
Aksi demontrasi yang dilaksanakan di tugu tani Unit 2 Kecamatan Moilong, itu, dijaga ketat aparat TNI-Polri. “Mereka demo menolak tambang nikel,” ungkap Kapolsek Toili AKP Candra.
Informasi yang dihimpun, salah satu alasan penolakan karena pertambangan nikel dianggap merusak lingkungan dan memicu bencana alam. Apalagi, wilayah Kecamatan Moilong dan sekitarnya pernah dilanda banjir bandang beberapa tahun lalu. Bencana itu menurut massa aksi, lantaran hutan yang sudah rusak akibat kepentingan investasi, baik perkebunan maupun pertambangan.
Seusai menyuarakan aspirasinya, belasan pemuda itu langsung membubarkan diri dengan tertib, dengan harapan pemerintah segera menyikapi tuntutan mereka. “Kami kawal aksi mereka. Alhamdulillah berjalan aman,” kata Candra.
Sebelumnya, Sabtu (16/1), mahasiswa dan pemuda di Kecamatan Batui melakukan aksi demo penolakan tambang nikel. Dalam aksi tersebut, massa aksi membeberkan terdapat dua perusahaan pertambangan nikel di kecamatan Batui yaitu PT. Banggai Kencana Permai dan PT. Indo Nikel Karya Pratama. Kedua perusahaan ini telah mengantongi izin usaha pertambangan eksplorasi. Dan sedang dalam tahapan penerbitan izin lingkungan.
PT. Indo Nikel Karya Pratama dikabarkan memiliki wilayah pertambangan dengan konsesi lahan seluas 3.047 hektare dan PT. Banggai Kencana Permai seluas 8.000 hektare. Namun wilayah pertambangan PT. Banggai Kencana Permai meliputi dua kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Batui Selatan dan Moilong. (awi)


![SUNGAI MAYAYAP TERCEMAR TERCEMAR: Kondisi sungai Mayayap di Kecamatan Bualemo yang diduga tercemar limbah pertambangan nikel di pegunungan Tompotika. Bahkan, tanaman padi warga ikut terdampak. [Foto: Amad Labino for Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/01/SUNGAI-MAYAYAP-TERCEMAR.jpg)
![TAMBANG NIKEL TOLAK TAMBANG NIKEL: Masyarakat Kecamatan Masama memasang baliho penolakan tambang nikel di setiap sudut desa, belum lama ini. [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/12/FOTO-AA___TAMBANG-NIKEL.jpeg)
![PETANI SIUNA LAHAN TAMBANG: Petani saat memblokade jalan koridor perusahaan nikel di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana, belum lama ini. Tampak, aparat keamanan dan KPH Balantak memediasi masalah lahan antara petani dan perusahaan. [Foto: Asnawi Zikri/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/10/PETANI-SIUNA.jpeg)
![BLOKADE JALAN (1) BLOKADE JALAN: Sejumlah warga Siuna memblokade jalan koridor PT Prima Dharma Karsa, Rabu (30/9). Warga menuntut ganti rugi lahan. [Foto: Istimewa]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2020/10/BLOKADE-JALAN-1.jpeg)