Menunggu Pelantikan, Sofyan Langsung Bekerja

Luwukpost.id -

Temui Tiga Instansi Vertikal, Tegaskan Pembangunan Tak Mengandalkan DAU

BANGGAI, LUWUK POST– Setelah berjuang selama berbulan-bulan di Pilkada 2020, Sofyan Kaepa tak hentinya bergerak. Setelah dinyatakan unggul dalam perolehan suara hingga ditetapkan oleh KPU, Bupati terpilih Kabupaten Banggai Laut, itu terus bergerak.

Saat ini, Sofyan tengah berada di Kota Palu sejak beberapa hari belakangan. Di ibu kota provinsi itu, ia menemui Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air untuk mengajukan program pembangunan jaringan air bersih. “Penyerahan proposal pembangunan air bersih kepada cipta karya Sulteng agar air bersih bisa dialirkan dari Desa Lambako ke Desa Kendek,” katanya dalam rilis resminya.

Jaringan air bersih nantinya, kata dia, akan dibentangkan hingga ke bandar udara di Desa Kendek, Kecamatan Banggai Utara. Di Desa Lambako, Kecamatan Banggai, pasokan air bersih cukup melimpah. Sebab, dari desa ini  air juga didistribusikan ke ibu kota kabupaten. “Iya proposal usulan kami sudah diterima oleh cipta karya,” katanya.

Selama ini, pasokan air memang belum tersedia, padahal ke depan sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas di bandar udara baru itu. “Kami sudah melakukan upaya pembangunan jaringan ini,” tuturnya.

DAU Tidak Jadi Tumpuan

Sofyan Kaepa tak ingin Kabupaten Banggai Laut terus  mengandalkan dana alokasi umum (DAU), sehingga Bupati terpilih ia bersama wakil terpilihnya Ablit H. Ilyas terus bekerja mendatangkan anggaran pembangunan di daerah ini.

Selain di Dinas Cipta Karya, Sofyan mengunjungi Balai Pengembangan Prasarana Wilayah, Balai Penyediaan Perumahan dan Permukiman Wilayah, serta Balai Wilayah Sungai Sulawesi III.  “Hari ini saya bersama beberapa staf Dinas PUPR Banggai Laut mengusulkan beberapa program di tiga Balai yang dinaungi oleh Kementerian PUPR,” kata Sofyan.

Beberapa usulan yang telah masuk yakni normalisasi sungai dan tanggul pemecah ombak, air bersih ke nandar udara. Kemudian perumahan susun,  perumahan layak huni, serta perumahan nelayan. “Normalisasi sungai untuk sungai yang di jembatan Mampaliasan, untuk tanggul pemecah ombak ada beberapa usulan di beberapa titik di Kabupaten Banggai Laut dan air bersih untuk bandara dari Desa Lambako ke Desa Kendek,” ungkapnya.

Pada pelaksanaan pemerintahan nantinya semua dinas dipacu untuk mendatangkan anggaran, mulai dari provinsi hingga tingkat pusat.  Bagi Sofyan, Kabupaten Banggai Laut masih banyak membutuhkan intervensi anggaran dari luar, bukan hanya mengandalkan DAU semata. “Saya juga tidak mau dinas-dinas tetap proposal saja, harus persentase apa yang menjadi usulan dinas. Apa yang saya tunjukkan hari ini harus diikuti oleh dinas nantinya,” terangnya. (ali)