Dua Pemimpin, Satu Tujuan, Sofyan Kaepa-Amir Tamoreka Bertemu di Keraton Kerajaan Banggai

Luwukpost.id -

BANGGAI, LUWUK POST—Keraton Kerajaan Banggai menjadi saksi pertemuan dua kepala daerah terpilih. Terpisah secara administratif, tak menyurutkan  Sofyan Kaepa dan Amir Tamoreka untuk mendorong kemajuan sosial dan ekonomi.

Pertemuan Sofyan dan Amir Tamoreka serta didampingi para wakil bupati terpilih, disaksikan Pelaksana tugas Tomundo Irwan Zaman dan Basalo Sangkap serta perangkat adat Banggai lainnya.

“Pertemuan hari ini mudah-mudahan memberi hasil yang cukup baik bagi tiga daerah ini,” ujar Sofyan Kaepa di Keraton Kerajaan Banggai, di Kabupaten Banggai Laut, Senin (8/2).

Ia mengajak saling bekerja sama untuk membangun daerah. “Kalau berkenan membantu, bekerja sama, melahirkan peradaban, kesejahteraan masyarakat, kiranya bapak Bupati Banggai untuk membantu kami,” tuturnya.

Sofyan mengibaratkan, Kabupaten Banggai Laut adalah orangtua, yang melahirkan dua anak, yakni Kabupaten Banggai dan Banggai Kepulauan. “Anaknya pakai jeans 501, orangtuanya pakai rombengan (pakaian bekas, Red),” tuturnya.

Ia berharap, Amir Tamoreka dan Furqanuddin Masulili terus berkoordinasi, termasuk dengan jajaran birokrasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Banggai Laut. “Apabila ada OPD saya meminta pikiran, minimal arahan, pikiran, jalan,” ujar dia.

Gayung bersambut, Amir Tamoreka mengatakan, Banggai ke depan tidak hanya menjadi cerita sejarah, tetapi harus maju secara bersama-sama, bisa sejajar dengan wilayah lain. “Saya punya keinginan bahwa ketika bapak bupati tiba di Luwuk, kantor saya bisa bapak jadikan kantor juga, sehingga tidak membuang-buang biaya,” ujar dia.

Bupati terpilih Kabupaten Banggai itu, juga bertekad membenahi pelabuhan yang melayani penyeberang ke  Banggai Laut dan Banggai Kepulauan. Khusus pelabuhan memang masuk dalam visi dan misinya, sehingga dalam rentang waktu 1-2 tahun ke depan bisa terealisasi. “Saya ingin pelabuhan ke tiga pulau ini jadi yang terindah seperti di Batam, Singapura atau Johor,” katanya.

Dalam hal mengusulkan rencana pembangunan, Amir Tamoreka juga mengajak agar dilakukan bersama dan dikawal. “Saya sudah punya komitmen dengan bapak Bupati Balut, kalau saya punya masuk ke kementerian ini bapak punya juga masuk. Begitu juga sebaliknya,” tuturnya.

Amir Tamoreka menginginkan pertemuan ini terus berkepanjangan. Mulai dari jajaran pemerintahan hingga para tokoh adat. “Cukup terketuk hati saya, memang ke depan salah satu visi misi kita pada poin 6 bagaimana tentang pemberdayaan masyarakat adat,” katanya.

Sofyan Kaepa meyakinkan bahwa adat-istiadat Banggai saat ini masih terus terjaga dengan baik. “Kerajaan yang ada di Sulawesi Tengah itu ada di Banggai Laut,  tidak ada di mana-mana, hanya ada Banggai Laut. Sampai sekarang masih ada mereka-mereka ini (Basalo Sangkap). Masih terjaga, terpelihara, keharmonisan pun masih ada,” tuturnya.  (ali)