Bersama Insan Media Pers Banggai, PT DSLNG Mengadakan Sesi Berbagi Fotografer Jurnalistik dan Industri

Luwukpost.id -

Sejumlah insan media pers di Kabupaten Banggai berkesempatan belajar pengetahuan ilmu tentang dunia fotografi.

Kesempatan itu tentunya lewat agenda “Sesi Berbagi Fotografi Jurnalistik dan Industri” yang digelar oleh PT Donggi Senoro LNG, di Hotel Swiss-Bellin, Kecamatan Luwuk Selatan, pada Jumat, 1 November 2024.

Agenda ini turut menghadirkan dua narasumber fotografer profesional yang berasal dari Pewarta Foto Indonesia (PFI), Joshua Marunduh dan Basri Marzuki.

Dikatakan kegiatan ini bertujuan untuk menambah khazanah keterampilan fotografi jurnalistik di Industri, khusunya pada sektor energi dan sumber daya alam.

Seperti diketahui bahwa pesatnya teknologi di era saat ini tak jarang berbagai aplikasi bermunculan di tengah masyarakat.

Salah satunya Artificial Intelligence atau AI, yang kemudian banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun pada aktifitas dunia kerja.

Meskipun demikian, berprofesi sebagai Jurnalis atau Wartawan tentunya diharapkan mampu untuk bisa menghasilkan foto atau gambar visualisasi dari hasil karya sendiri.

Pasalnya, foto merupakan hasil karya yang dimiliki seseorang dengan ciri khasnya serta mampu untuk dipertanggungjawabkan.

Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana, menyampaikan agenda ini tak lain untuk memberikan manfaat pengetahuan besar bagi rekan-rekan Jurnalis dalam dunia fotografi.

“Semoga apa yang dipelajari dapat memberikan manfaat serta bagaimana menghasilkan eksistensi foto yang menarik serta berwarna hingga dikatakan bernyawa,” ujar Dika, dalam mengawali sambutannya.

Dirinya berharap kedepan rekan-rekan Jurnalis dapat pula menghasilkan karya foto industrinya lewat pengetahuan yang dimilikinya.

Sementara itu, Fotografer PFI, Basri Marzuki, mengatakan bahwa terdapat beberapa teknik dalam pengambilan gambar ketika melakukan sesi pemotretan pada momen-momen tertentu.

Hasil karya foto yang dihasilkan tentunya menggunakan unsur 5W+1H. “Jadi metode ini tidak hanya digunakan dalam penulisan saja, tetapi juga digunakan dalam menghasilkan foto Jurnalistik,”jelasnya.

Dengan begitu, masyarakat atau pembaca dapat memahami apa arti dari foto yang dihasilkan.

Di samping itu, fotografer media Antara itu, juga menjelaskan beberapa teknik lainnya untuk menghasilkan gambar yang berkualitas.

Di antaranya, teknik bagaimana membuat foto itu berkarakter, serta penggunaan teknik spot news, general news, contenporary issue, daily life dan masih banyak lagi.

Jurnalistik atau wartawan foto juga harus memiliki yang namanya empati, emosional dan etika. Sebab menurut pengalamannya apa yang dihasilkan nanti tentunya akan berdampak besar, baik untuk orang lain maupun diri sendiri.

“Sehingganya jika foto itu mempublikasikan tentang seseorang, maka sebelum disebar luaskan nanti, sebaiknya terlebih dahulu untuk meminta izin kepada yang bersangkutan,” pungkas Basri. ***