Ratusan Siswa di Salakan Diduga Keracunan Usai Menyantap Makanan Program MBG

Luwukpost.id -

SALAKAN– Ratusan siswa SMP dan SLTA di Salakan, ibu kota Kabupaten Banggai Kepulauan, dilarikan ke Rumah Sakit Trikora Salakan setelah diduga mengalami keracunan makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (17/9).

Insiden ini membuat pihak RSUD Salakan harus mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien yang terus berdatangan.

Hingga berita ini diturunkan, para korban dilaporkan mengalami gejala muntah, pusing, dan kejang-kejang. Pihak berwenang masih terus bekerja untuk menginvestigasi insiden ini dan memastikan penanganan medis yang tepat bagi para siswa.

Komandan Kodim 1308/Luwuk Banggai, Letkol Kav La Ode Azhar Hamid, membenarkan kejadian ini. Melalui sambungan telepon, ia menyatakan bahwa penyelidikan sedang berlangsung untuk mencari tahu penyebab pasti keracunan tersebut.

“Saat ini masih dalam penyelidikan kenapa hal ini bisa terjadi, masih dalam pengembangan apakah sumber keracunan dari ikan, atau lauk-pauk lainnya yang disajikan,” ujar Letkol Azhar.

Ia menjelaskan bahwa program MBG merupakan program pemerintah yang diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sebuah yayasan yang ditunjuk. Kodim 1308 hanya bertugas dalam pengawasan.

“Program MBG merupakan program pemerintah, dan dengan kejadian ini akan menjadi evaluasi ke depan agar lebih teliti sehingga tidak terjadi lagi,” tambahnya.

Letkol Azhar juga mempertanyakan sumber bahan makanan yang digunakan oleh pihak pengelola. “Ini yang menjadi tanda tanya, kenapa SPPG dan yayasan yang mengelola MBG mendapatkan ikannya dari mana? Masih dalam penyelidikan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala RSUD Trikora Salakan, dr. Feldy Deki, SpB, FinaCS yang dikonfirmasi pada pukul 22.16 Wita mengungkapkan mengenai data jumlah pasien masih dalam proses rekap (pendataan). “Saat ini RSUD Salakan fokus agar semua pasien mendapatkan penanganan (terlayani),” bebernya.

“Semua pasien terlayani dan sekitar 50 persen pasien yang ditangani telah di bolehkan pulang, nanti kita update lagi,” tambahnya. (TIM)

Komentar