Imsuryani Rasakan Perlindungan JKN Setiap Saat

Luwukpost.id -

Mulai merasakan gangguan penglihatan dan berencana memeriksakan mata, Imsuryani (55) mengaku bersyukur telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Rasa syukur yang dirasakan bukan tanpa alasan. Sebab, ia tidak perlu khawatir akan biaya pemeriksaan kesehatan, klarena seluruh pembiayaan dijamin penuh oleh Program JKN.
Warga BTN Nusagria, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai itu mengatakan bahwa kehadiran Program JKN memberi rasa aman saat pekerjaan mengharuskannya tetap aktif sebagai guru di SD Negeri Pembina Luwuk.

“Saya mulai merasa penglihatan agak kabur, jadi saya ingin memeriksakan mata. Dengan adanya JKN, saya tidak cemas soal biaya pemeriksaan”, ujar Imsuryani.

Terdaftar sejak 2014, Imsuryani awalnya masuk sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kini Imsuryani telah berstatus sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) setelah diangkat sebagai PPPK. Peralihan status itu menurutnya tidak mengubah kualitas pelayanan yang diterima, pelayanan yang diberikan selalu maksimal.
“Dulu saya PBI, sekarang PPU. Prosedurnya berjalan lancar dan pelayanan tetap sama. Saya tidak pernah merasa dibedakan,” kata Imsuryani.

Ia bercerita bahwa dirinya rutin memanfaatkan kepesertaan JKN miliknya untuk berobat saat mengalami flu, demam, atau keluhan ringan lain. Dengan terdaftar sebagai peserta JKN, ia tak perlu pikir panjang soal pembiayaan. Dengan adanya kemudahan tersebut, ia tak sungkan mengajak kerabat dan tetangganya untuk memeriksa kesehatan lebih dini.
“Jangan tunggu parah, apalagi masalah mata. Periksa sejak awal agar penanganan lebih mudah. Manfaatkan JKN yang sudah tersedia,” pesannya.

Imsuryani tercatat di Puskesmas Biak sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Ia memuji sikap petugas medis yang ramah dan informatif.
“Di Puskesmas Biak, saya selalu dilayani dengan baik. Dokter dan perawat menjelaskan langkah pemeriksaan, obat, dan tindak lanjut. Itu membuat saya tenang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman publik tentang cakupan JKN. Menurutnya, masih banyak orang yang mengira bahwa Program JKN hanya untuk kasus besar. Padahal banyak layanan preventif dan pemeriksaan yang ditanggung.
“Kalau perlu tindakan lanjutan, saya sudah tahu prosedurnya lewat puskesmas. JKN memudahkan akses rujukan dan follow up,” jelasnya.

Imsuryani berharap petugas kesehatan dan BPJS Kesehatan terus memperkuat sosialisasi sehingga warga lebih cepat memanfaatkan hak mereka. Tak hanya itu, ia juga berharap lebih banyak warga mendaftar JKN agar tidak menunda pengobatan karena takut biaya.
“Program JKN membantu kami tetap sehat dan produktif. Semoga manfaatnya dirasakan semua lapisan masyarakat,” tutupnya.

Komentar