BALANTAK, Pemerintah Kabupaten Banggai resmi membuka Pagelaran Pulo Dua 2026 yang dipusatkan di Kecamatan Balantak Utara, Selasa (19/5). Kegiatan budaya tersebut dibuka oleh Bupati Banggai melalui Asisten III Administrasi Umum Setda Banggai, Hj. Nurdjalal.
Pagelaran yang digagas mahasiswa KKN-PPM Angkatan XXXIII Universitas Tompotika (Untika) Luwuk bekerja sama dengan pemerintah kecamatan dan desa itu mengusung tema “Banggai Momposa’angu: Merajut Budaya, Merawat Tradisi.” Acara ini menjadi wadah pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat. 
Pembukaan berlangsung meriah dan dipadati warga dari berbagai desa di Balantak Utara. Kedatangan perwakilan Pemerintah Kabupaten Banggai disambut dengan tarian putri balantak, lalu dilanjutkan penampilan tarian Putri Banggai yang menambah nuansa kental budaya daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Untika Luwuk Taufik Bidullah bersama jajaran civitas akademika, unsur pemerintah Kecamatan Balantak Utara dan Balantak, para kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat setempat.
Dalam sambutan Bupati Banggai yang dibacakan Hj. Nurdjalal, pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-PPM Untika yang menghadirkan kegiatan budaya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan nilai sosial, pembangunan daerah, dan pelestarian budaya lokal,” kata Nurdjalal.
Pemerintah daerah menilai tema yang diangkat relevan dengan tantangan modernisasi dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.
“Budaya bukan sekadar tarian atau pakaian adat, tetapi juga nilai hidup, gotong royong, sopan santun, dan identitas masyarakat. Karena itu, merawat tradisi berarti merawat masa depan daerah kita,” ujarnya.
Ia menambahkan, warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Pemkab Banggai juga mengapresiasi masyarakat Balantak Utara yang dinilai terbuka dan mendukung pelaksanaan kegiatan mahasiswa KKN di wilayah tersebut.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat seperti ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Untika Luwuk Taufik Bidullah menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat Balantak Utara atas dukungan terhadap pelaksanaan KKN-PPM hingga terselenggaranya Pagelaran Pulo Dua 2026.
“Kami hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motivator, fasilitator, dan penggerak berbagai ikhtiar pembangunan,” kata Taufik.
Menurutnya, dipusatkannya kegiatan di kawasan wisata Pulo Dua menjadi bagian dari upaya memperkenalkan destinasi unggulan Kabupaten Banggai agar semakin dikenal luas dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Budaya adalah instrumen perekat sosial dalam menjaga persatuan dan toleransi. Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat menjadi sumber pengembangan ekonomi dan pariwisata daerah,” ujarnya.
Pagelaran Pulo Dua 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 19–20 Mei 2026. Beragam lomba turut memeriahkan acara, mulai dari lomba kuliner, balap perahu, kupas kelapa, tarik tambang, balap karung, gigit leper, pop singer, hingga lomba adzan dan hafalan surah.
Pemerintah daerah bersama pihak kampus berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai agenda budaya tahunan guna memperkuat identitas lokal sekaligus mempromosikan potensi budaya Kabupaten Banggai ke tingkat yang lebih luas. (el)

Komentar