Banggai Bersaudara Butuh Portal Informasi Resmi Pariwisata

Luwukpost.id -

Infrastruktur digital dan tata kelola lingkungan menjadi catatan penting bagi pengembangan pariwisata di kawasan Banggai Bersaudara (Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut). Pemerintah daerah didesak untuk segera menyediakan portal web resmi khusus pariwisata guna memudahkan akses informasi bagi para pelancong.

Hal tersebut diungkapkan oleh Iorua Serrano, seorang wisatawan asal Brasil, saat mengunjungi kawasan Banggai Bersaudara pada Kamis (16/7/2026). Menurutnya, ketiadaan pusat informasi digital yang valid menjadi hambatan besar bagi pergerakan turis internasional maupun domestik.

“Masalah utama bagi wisatawan adalah kurangnya portal dukungan wisata di internet. Tidak ada situs web resmi yang memuat jadwal dan harga feri, tiket pesawat, sewa speedboat, hingga hotel,” ujar Iorua.

Ia melanjutkan, minimnya transparansi data ini memaksa wisatawan melakukan riset mandiri yang rumit. Dampaknya, tidak sedikit wisatawan yang membatalkan kunjungan, atau justru terjebak permainan harga oleh oknum agen wisata yang tidak bertanggung jawab.

“Banyak yang akhirnya menyerah untuk pergi ke Banggai, atau terjebak perangkap agen wisata yang mengenakan harga hingga tiga kali lipat,” tambahnya.

Selain akses informasi, Iorua juga menyoroti urgensi pembenahan sistem pembuangan limbah di kawasan tersebut, khususnya di Kota Banggai Laut. Keberadaan saluran pembuangan terbuka dinilai tidak hanya merusak citra estetika kota, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat serta ekosistem laut yang menjadi daya tarik utama.

“Dengan kedatangan wisatawan, volume air limbah pasti meningkat. Jika tidak ditangani, laut yang menjadi magnet utama pulau ini akan menderita. Pengolahan limbah sangat penting untuk kesehatan publik dan populasi laut,” tegas Iorua.

Meski menghadapi tantangan berat di sektor sanitasi dan digitalisasi, Iorua optimistis dengan potensi alam yang dimiliki Banggai Bersaudara. Ia memprediksi kawasan ini akan menjadi destinasi yang sangat terkenal dalam 5 hingga 10 tahun ke depan jika pembenahan dilakukan sejak dini.

Ia berharap pemerintah daerah segera merumuskan kebijakan publik yang berfokus pada dua hal: pembangunan sistem pengolahan air limbah demi menjamin kesehatan lingkungan, serta peluncuran situs web resmi yang menyediakan informasi terkini mengenai transportasi, tarif, keselamatan, dan kesehatan bagi para pengunjung.(*/Ap)

Komentar