Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Luwuk Banggai resmi menetapkan kebijakan baru: seluruh mahasiswa tingkat akhir wajib mengikuti kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa Purna Studi sebagai syarat utama untuk dapat melaksanakan ujian skripsi. Kebijakan ini tertuang dalam kerja sama antara FEB dengan Lembaga Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPAIK) kampus.
Dekan FEB Unismuh Luwuk, Dr. Wahyudin Rahman, S.E., M.M., CDMS, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan setiap lulusan tidak hanya unggul secara akademik, namun juga matang secara keimanan dan berkarakter Islami.
“Seorang sarjana Muhammadiyah tidak cukup hanya cerdas secara ilmu pengetahuan. Mereka harus memiliki akhlak yang mulia, berintegritas, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Islam serta Kemuhammadiyahan di tengah masyarakat maupun tempat kerja nantinya.”
Menurut Dr. Wahyudin, Baitul Arqam Purna Studi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pembinaan yang sangat mendasar sebelum mahasiswa menamatkan masa perkuliahan. Oleh karena itu, keikutsertaan di dalamnya ditetapkan sebagai syarat wajib yang tidak dapat dikesampingkan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa akan menerima pembekalan materi yang meliputi pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, penguatan akidah dan ibadah, pembentukan akhlak, kepemimpinan, serta penerapan nilai-nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia profesi.
Melalui kebijakan ini, FEB Unismuh Luwuk berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya tangguh di bidang ekonomi dan bisnis, tetapi juga teguh pada komitmen moral dan menjadi teladan yang membawa semangat dakwah kemajuan — sesuai visi Muhammadiyah mencetak kader-kader yang bermanfaat bagi bangsa. (and)

Komentar