Keindahan alam, keramahan masyarakat, serta kekayaan kuliner khas Banggai berhasil memikat hati Arnold, seorang pelancong sekaligus pegiat lingkungan asal New York City, Amerika Serikat.
Arnold, yang tengah melakukan perjalanan keliling dunia setelah pensiun selama 15 tahun dari pengelola kawasan taman nasional di negaranya, membagikan kesan mendalamnya selama berada di Kabupaten Banggai.
“Indonesia sangat berkesan bagi saya. Mulai dari orang-orangnya, cuaca, bunga-bunga, makanan, seni, hingga budayanya, semuanya sangat cantik,” ujar Arnold saat ditemui Luwuk Post, Rabu (5/8).
Hingga saat ini, Arnold telah mengunjungi 10 negara, meliputi Meksiko, Malaysia (2 bulan), India (6 bulan), Sri Lanka (2 bulan), Nepal (3 bulan), Vietnam (2 bulan), Kamboja (2 bulan), Laos (1 bulan), Thailand (3 bulan), dan Indonesia (3 bulan). Sebelum menginjakkan kaki di Luwuk, ia telah menyambangi Jakarta, Surabaya, Bali, Lombok, Makassar, hingga Timor Leste.
Arnold menjadwalkan kunjungannya di Luwuk Banggai selama empat hari. Awalnya, ia berencana melanjutkan perjalanan ke Pulau Banggai untuk melihat Danau Paisupok. Namun, rencana tersebut dibatalkan lantaran seluruh penginapan di kawasan itu penuh.
Sebagai gantinya, ia akan melanjutkan perjalanan ke Manado, disusul empat hari di Tomohon, tujuh hari di Bunaken, dan mengakhiri perjalanannya di Borneo. Dari seluruh wilayah di Indonesia yang pernah dikunjunginya, Jakarta menjadi kota paling favorit bagi Arnold karena kelengkapan fasilitasnya.
Pada hari keduanya di Luwuk, Arnold menggandeng tim Luwuk Post untuk menjadi pemandu wisata guna menyambangi deretan destinasi yang telah ia catat sebelumnya.
Hari pertama eksplorasi dimulai dari Pantai Kilo Lima, Rumah Makan Kadompe, Air Terjun Piala, Air Terjun Laumarang (Ayus), Teluk Lalong, Coffee Markas, hingga Cabin. Pada hari kedua, perjalanan dilanjutkan ke Air Terjun Salodik, Lenyek, Hutan Pinus Kamumu, dan Cafe Deho.
Dari sekian banyak objek wisata yang dikunjungi, Air Terjun Laumarang menjadi tempat paling berkesan baginya. Sebagai pencinta air terjun, Arnold menilai ketiga air terjun yang ada di Banggai memiliki keunikan tersendiri.
“Saya tidak ingin membandingkannya, karena semua memiliki keindahan tersendiri. Sama seperti manusia, masing-masing memiliki kecantikannya sendiri,” tuturnya.
Tak hanya panorama alam, kuliner lokal Banggai turut mencuri perhatiannya. Di Cafe Deho, ikan bakar kerapu menjadi hidangan favoritnya. Ia juga sangat menyukai pisang keju, penganan yang belum pernah ia temui di Amerika Serikat. Saat mencicipi jepa, makanan khas Banggai, Arnold tak segan melempar pujian.
“Saya sangat menyukai dessert ini. Rasanya mengingatkan saya pada pancake, sangat enak dan lembut,” ungkapnya.
Di akhir perjalanannya, Arnold meluruskan anggapan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat panas. Berdasarkan pengalamannya mengeksplorasi 10 negara, India merupakan negara terpanas yang pernah ia kunjungi. (mg02)

Komentar