Gandeng PT. ESSA, Diskan Banggai Akselerasi Sektor Kelautan

Fokus Pengembangan Budidaya Kakap Putih, SDM Nelayan, hingga Penguatan UMKM

Luwukpost.id -

Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banggai kembali menjalin kerja sama strategis dengan PT ESSA Panca Amara Utama dalam pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk program berkelanjutan tahun 2026–2027. Sinergi ini difokuskan pada tiga sektor utama, yakni perikanan budidaya, perikanan tangkap, serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai, Yurnita B. Batjo, S.Pi., menjelaskan bahwa untuk sektor perikanan budidaya tahun ini, alokasi program difokuskan pada penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) di wilayah yang dekat dengan area operasional industri, seperti Kecamatan Kintom, Batui, dan Nambo.

“Sesuai arahan Pak Bupati, tahun ini kita berencana menguji coba budidaya kakap putih. Saat ini tim sedang mengidentifikasi potensi wilayah di Batui, Kintom, dan Nambo,” ujar Yurnita kepada Luwuk Post, Selasa (11/8/2026).

Sementara itu pada sektor perikanan tangkap, fokus dialihkan dari bantuan fisik menjadi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pasalnya, dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sarpras tangkap dinilai sudah memadai.

“Kendala kita ada pada SDM nelayan yang masih sangat tradisional. Oleh karena itu, dana CSR ini akan dimanfaatkan untuk pelatihan ABK dan nahkoda kapal, terutama tentang penanganan ikan pasca-tangkap (handling) agar mutunya terjaga dan nilai jualnya tetap tinggi, serta pelatihan pemeliharaan armada bantuan,” terangnya.

Di sektor pengolahan dan pemasaran, Dinas Perikanan terus mendampingi Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar) sebagai binaan UMKM. Yurnita menyebutkan, hasil monitoring dan evaluasi (monev) terhadap bantuan tahun lalu mencatat tiga dari lima kelompok menunjukkan perkembangan signifikan dalam mengolah hasil budidaya. Kelompok-kelompok berprestasi ini akan terus mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

Di akhir keterangannya, Yurnita menegaskan tantangan terbesar sektor perikanan Banggai saat ini bukan lagi masalah produksi, melainkan ketersediaan sistem rantai dingin (cold chain system).

“Pemerintah Daerah sangat membutuhkan sarana penyimpanan besar seperti cold storage. Keberadaan cold storage sangat krusial untuk menjaga stabilitas mutu dan harga ikan, sekaligus menjadi instrumen penting Pemda dalam menekan inflasi daerah,” pungkasnya. (*/ap)

Komentar