SALAKAN, Hampir sebulan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XL Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk) hadir dan mengabdi di sejumlah desa di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Di Kecamatan Liang, pengabdian tersebut diwujudkan melalui Expo KKN Angkatan XL dan Kuliner Tradisional Kecamatan Liang, yang mempertemukan mahasiswa, pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat dalam satu ruang kolaborasi.
Kegiatan ini bukan sekadar pameran hasil program kerja mahasiswa KKN. Expo menjadi etalase berbagai potensi desa, mulai dari produk UMKM hingga kuliner tradisional yang menjadi kekhasan masing-masing wilayah.
Expo tersebut dibuka langsung Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, didampingi Rektor Unismuh Luwuk Dr. Sutrisno K. Djawa bersama jajaran Wakil Rektor, para Dekan, Ketua LP3M dan jajaran civitas Akademika.
Dalam sambutannya, Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, mengapresiasi kreativitas mahasiswa KKN dan masyarakat dalam mengemas berbagai potensi lokal menjadi produk yang menarik.
Menurutnya, apa yang ditampilkan dalam expo membuktikan bahwa desa memiliki kekayaan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
“Rasanya saya tidak bosan-bosan melihatnya. Yang ditampilkan luar biasa, sangat kreatif dan sangat inovatif,” ujar Rusli.
Ia menegaskan, keberadaan mahasiswa KKN di desa tidak boleh berhenti pada pelaksanaan program kerja semata. Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi lokal, membantu proses digitalisasi, mendukung pengembangan UMKM, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Rusli juga mendorong setiap desa memiliki keunggulan yang dapat menjadi identitas sekaligus sumber pendapatan masyarakat. Menurutnya, Banggai Kepulauan memiliki potensi besar, khususnya pada sektor kelautan dan pariwisata. Namun, potensi tersebut tidak dapat dikembangkan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, perguruan tinggi dan berbagai pihak lainnya.
“Ekosistem pariwisata harus dibangun bersama. Ketika pariwisata dibangun, dinas koperasi juga harus masuk, UMKM harus masuk, masyarakat harus masuk. Semuanya harus menjadi satu ekosistem,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan nilai tambah produk lokal. Masyarakat, menurutnya, tidak seharusnya hanya menjual hasil alam dalam bentuk mentah. Produk lokal harus diolah, dikemas dan dipasarkan dengan strategi yang lebih baik.
“Jangan langsung dijual. Kita harus berpikir bagaimana meningkatkan nilai tambah,” katanya.
Pola tersebut, kata Rusli, dapat membuka peluang tumbuhnya lebih banyak UMKM sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia mencontohkan sejumlah daerah yang berhasil menjadikan makanan tradisional sebagai produk unggulan melalui pengolahan, kemasan dan promosi yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, masyarakat Bangkep didorong memiliki kebanggaan terhadap produk lokal dan berani memasarkannya secara lebih luas.
“Potensi yang kita miliki harus kita olah, kita kemas, kita promosikan dan kita pasarkan secara lebih luas,” ujarnya.
Melalui kesempatan itu, Rusdy berharap berbagai program yang telah dilakukan mahasiswa dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.
“Berikan kontribusi terbaik sesuai dengan ilmu dan kemampuan yang dimiliki. Jadikan apa yang kalian lakukan memberikan manfaat dan menjadi kenangan yang baik,” pesannya.
Rektor: Perguruan Tinggi Harus Berdampak
Sementara itu, Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa menegaskan, bahwa keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat harus mampu memberikan dampak nyata.
Paradigma perguruan tinggi, menurutnya, saat ini telah mengalami perubahan. Kampus tidak cukup hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga harus hadir untuk memahami sekaligus ikut menjawab persoalan masyarakat.
“Paradigma perguruan tinggi sekarang sudah bergeser. Perguruan tinggi harus berdampak. Artinya, kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Sutrisno.
Ia mengatakan, ketika perguruan tinggi hadir dan mau mendengar langsung masyarakat, berbagai persoalan sekaligus potensi daerah dapat dipetakan dengan lebih baik. Mulai dari UMKM, pariwisata, kelautan, pertanian hingga keanekaragaman hayati yang dimiliki Banggai Kepulauan.
Berbagai potensi tersebut, lanjut Sutrisno, perlu didukung melalui riset agar pengembangannya memiliki arah yang jelas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Untuk apa kita membangun kalau tidak ada manfaatnya bagi masyarakat. Karena itu masyarakat harus kita dorong untuk bisa membuat UMKM sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan,” ujarnya.
Sutrisno juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Unismuh Luwuk dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya dalam bidang riset, pendidikan serta pengembangan potensi daerah.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan, Muhamad Aris Susanto, jajaran OPD Pemkab Bangkep, Camat Liang, unsur TNI-Polri, BPD se-Kecamatan Liang, pemerintah desa, mahasiswa KKN, serta masyarakat.
Expo KKN Angkatan XL Unismuh Luwuk dan Kuliner Tradisional Kecamatan Liang kemudian resmi dibuka oleh Bupati Banggai Kepulauan. (*)

Komentar