Pemerintah Daerah dalam melaksanakan program pembangunan kerap kali melibatkan perguruan tinggi dalam proses perencanaan. Tak tanggung-tanggung, sebagian pemerintah Daerah seringkali melibatkan perguruan tinggi bergengsi dalam proses tersebut, meskipun harus menggelontorkan biaya yang tinggi. Padahal, kualitas perguruan tinggi lokal saat ini, juga tak kalah jauh, bahkan memiliki keunggulan tersendiri karena lebih memahami potensi dan persoalan daerah secara langsung.
Hal itu dikemukakan Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, di sela kegiatan penarikan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mobilisasi Berkemajuan (KKN-MB) Angkatan XL tahun 2026, di Rumah Makan ER Mahasintoka, Luwuk, Jumat (28/8/2026). Karena itu, Rektor Sutrisno menyambut baik langkah Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Rusli Moidady, yang akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi lokal dalam pembangunan daerah.
Keputusan Bupati Bangkep menggandeng perguruan tinggi lokal, kata Sutrisno, merupakan langkah tepat dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Ia menilai, sumber daya akademik yang dimiliki perguruan tinggi lokal saat ini, sudah sangat mumpuni untuk berkontribusi lebih luas dalam pembangunan daerah. Pengembangan potensi daerah melalui riset dan program inovasi juga dapat dilakukan dengan baik.
“Banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi lokal, khususnya di bidang riset dan inovasi,” ujar Sutrisno.
Saat ini, baik Pemda Bangkep maupun Unismuh Luwuk, kata Sutrisno, sudah bersepakat untuk berkolaborasi dalam pembangunan Daerah, dan hal itu telah diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
“Kita (Unismuh, red) sudah ada MoU dengan Pemda Bangkep, karena Bupati inginnya berkolaborasi dengan perguruan tinggi lokal,” ucapnya.
Menurut Sutrisno, Pariwisata dan Kelautan di Bangkep merupakan potensi strategis untuk dikembangkan melalui riset dan inovasi. Sehingga kolaborasi yang telah terbangun tidak terbatas pada penandatanganan MoU semata. Tetapi mampu melahirkan program dan inovasi yang berdampak nyata bagi daerah dan masyarakat.
“Kita (kampus dan Pemda, red) harus saling mengangkat. Ekosistem itu yang harus dibangun. Jadi kampus terangkat, daerah dan masyarakatnya juga terangkat,” katanya.
Paradigma pembangunan yang selama ini cenderung mengutamakan perguruan tinggi dari luar daerah, sambung Sutrisno, sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi dan digitalisasi, kata dia, telah membuka akses yang luas terhadap pengetahuan, data, jaringan akademik, hingga kolaborasi riset.
“Di era digitalisasi ini, tidak ada lagi paradigma bahwa riset harus menggunakan perguruan tinggi di luar daerah. Justru kita di lokal lebih substansi karena kita lebih dekat, lebih memahami potensi daerah. Intinya kita lebih paham dari perguruan tinggi di luar sana,” tandasnya.
Ia berharap kolaborasi antara Unismuh Luwuk dan Pemkab Banggai Kepulauan tak terbatas pada bagian akademik semata, sehingga, perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merancang pembangunan daerah berkelanjutan, berbasis riset dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Komentar