UNTIKA Kucurkan Rp105 Juta untuk 14 Riset Kolaboratif Dosen dan Mahasiswa

Luwukpost.id -

Universitas Tompotika (Untika) Luwuk kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat budaya penelitian di lingkungan perguruan tinggi. Sebanyak Rp105 juta dikucurkan untuk mendanai 14 penelitian kolaboratif dosen dan mahasiswa melalui Program Penelitian Mandiri Dosen (PMD) Tahun 2026.

Program tersebut ditandai dengan penandatanganan dan serah terima kontrak penelitian yang dilaksanakan pada Selasa (3/11/2026) di lingkungan kampus Untika Luwuk.

Rektor Untika Luwuk, Dr. Taufik Bidullah, SE., M.Si, mengatakan program penelitian mandiri dirancang untuk membangun ekosistem riset yang inklusif, produktif, dan kolaboratif antara dosen dan mahasiswa.

Menurutnya, program tersebut memiliki tiga tujuan utama yakni meningkatkan budaya penelitian kolaboratif di lingkungan kampus, mendorong dosen menghasilkan publikasi bereputasi nasional maupun internasional, serta melahirkan ide-ide ilmiah yang inovatif dan produktif guna mendukung pembangunan daerah.

“Program ini merupakan bagian dari upaya universitas untuk terus menumbuhkan budaya riset dan meningkatkan kualitas luaran penelitian yang berdampak,” ujar Taufik.

Ia menegaskan, Untika akan terus memfasilitasi pengembangan riset unggulan berbasis pesisir dan kepulauan yang menjadi karakteristik wilayah Kabupaten Banggai. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas penelitian dosen sekaligus memperbanyak publikasi ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala LP2M Untika Luwuk, Jufri Azis, ST., MT, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada pihak rektorat yang telah memberikan dukungan penuh sehingga program PMD 2026 dapat terlaksana dengan baik.

Ia menjelaskan bahwa Program PMD merupakan agenda tahunan LP2M yang tahun ini memasuki pelaksanaan kedua. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghidupkan budaya penelitian, meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU), serta menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Penandatanganan dan serah terima kontrak yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk melaksanakan penelitian secara profesional sehingga menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Jufri.

Berdasarkan data LP2M, sebanyak 27 usulan penelitian diajukan pada program tersebut. Dari jumlah itu, 20 judul dinyatakan lolos seleksi administrasi dan 14 judul akhirnya lolos penilaian substansi oleh tim reviewer internal.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi LP2M Untika, Dr. Mirawati Tongko, MKM, menambahkan bahwa program penelitian mandiri merupakan instrumen strategis universitas untuk memperluas kesempatan dosen melakukan riset yang relevan dengan kebutuhan daerah dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, dana penelitian sebesar Rp105 juta akan disalurkan dalam dua tahap, yakni 70 persen pada awal pelaksanaan penelitian dan 30 persen setelah peneliti menyelesaikan laporan akhir.

“Melalui dukungan pendanaan internal tersebut, Untika berharap lahir berbagai inovasi dan rekomendasi ilmiah yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan, khususnya pada sektor-sektor yang berkaitan dengan potensi pesisir dan kepulauan di Kabupaten Banggai,” tandas Mirawati. (ap)

Komentar