Debat Putaran Pertama Hanya Disaksikan 4000 Pemirsa

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST-Pengamat politik Kabupaten Banggai, Kisman Karinda menilai, kampanye debat terbuka yang disaksikan melalui chanel Facebook dan YouTube KPU Kabupaten Banggai, Minggu (8/11) malam, belum dapat menjadi sarana yang efektif bagi pasangan calon dalam menyampaikan program dan visi misinya kedepan. Hal ini berkaitan dengan minimnya jumlah pemirsa yang menyaksikan debat terbuka tersebut melalui daring.

“Ini belum bisa jadi barometer. Sebab belum merupakan representasi dari seluruh masyarakat Kabupaten Banggai, yang hanya disaksikan kurang lebih 4.000-an pemirsa. Ditambah lagi yang hadir di acara live yang dibatasi dalam skala kecil. Sehingga saya tidak yakin bahwa kampanye debat terbuka itu bisa menjangkau lapisan masyarakat Kabupaten Banggai,” ujar Kisman, Senin (9/11).

Alasan lain yakni berkaitan dengan kualitas jaringan dan audio yang tersaji dalam siaran debat terbuka tersebut. Masyarakat yang menyaksikan debat terbuka tersebut tidak mendapatkan informasi menyeluruh terkait paparan para kandidat.  Sehingga masyarakat kesulitan dalam menentukan siapa kandidat yang lebih unggul dalam program dan visi-misi kedepan.

“Agak sulit melihat siapa yang unggul. Sebab beberapa faktor teknis terutama pengeras suara. Mungkin ini teknis. Tapi bagi pemirsa di rumah dengan persoalan jaringan yang tidak merata, juga berpengaruh terhadap kualitas suara. Alhasil beberapa topik utama terlewatkan,” jelasnya.

Namun pada intinya lanjut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk ini, bahwa secara substansial baik kandiat nomor urut 1, 2 dan 3, ingin menyampaikan yang terbaik untuk masyarakat. Tapi masing-masing pendukung sudah terlanjur cinta dengan pilihannya masing-masing, sehingga mengakibatkan pandangan subyektif saat melihat pasangan lain.

“Ini terlihat dari  komentar para pendukung di bawah layar siaran langsung. Tapi apapun itu, ini merupakan salah satu tahapan yang harus dilewati tiap paslon untuk menunjukan visi misi kedepan nanti,” terangnya.

Pada dasarnya menurut Kisman, ketiga pasangan calon yakni Sulianti Saroso-Zainal Abidin Alihamu, Amirudin Tamoreka-Furqanuddin Masulili (AT-FM) dan Herwin Yatim-Mustar Labolo (WinStar), ingin sebuah perubahan. Paling tidak bagi petahana yaitu perubahan kearah yang lebih baik.

“Mengenai isi pertanyaan, saya anggap normatif sekali. Sehingga jangan mengharapkan jawaban yang diinginkan. Mungkin KPU kedepan agar lebih bisa mengemas pertanyaan yang lebih membumi, berkaitan dengan hajat hidup msyarakat Kabupaten Banggai,” terangnya.

Dalam debat tersebut, banyak persoalan-persoalan yang belum diangkat ke permukaan. Salah satunya berkaitan dengan bagaimana kesejahteraan masyarakat secara lebih spesifik, seperti bagaimana mengatasi pengangguran yang ada di Kabupaten Banggai. “Banyak lagi persoalan sosial di masyarakat yang belum diangkat ke permukaan,” imbuhnya. (and)