FISIP Unismuh Luwuk Kukuhkan 106 Sarjana Baru

Luwukpost.id -

LUWUK, LUWUK POST-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk melaksanakan kegiatan yudisium, di Hotel Swiss Bellin Luwuk, Minggu (20/12).

Sebanyak 106 mahasiswa FISIP yang terdiri dari 91 mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan dan 15 mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi, resmi mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP) dan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).

Dekan FISIP Unismuh, Kisman Karinda mengatakan, tidak ada kata yang patut disampaikan pada kesempatan yang berbahagia itu, selain ucapan selamat atas lahirnya para sarjana baru FISIP prodi Ilmu pemerintahan dan ilmu Komunikasi. “Harapan saya kedepan, apa yang menjadi pengalaman saat berada di fakultas, bisa anda terapkan di tengah-tengah masyarakat,” jelas Kisman.

Selain itu, sebagai pimpinan fakultas Kisman juga menyampaikan permohonan maaf kepada para sarjana baru. Jika selama berada di fakultas, ada kata-kata yang kurang berkenan dari para dosen FISIP. “Anggaplah itu sebagai bagian dari pengalaman dalam menjalani dari proses di fakultas. Saya mengucapkan terima kasih kepada orang tua, yang telah mengamanahkan anaknya untuk bergabung di FISIP Unismuh. Alhamdulillah saat ini mereka sudah selesai studi,” jelasnya.

Tak hanya itu, secara pribadi, Kisman juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama proses perkuliahan. “Hal-hal yang kurang berkenan tolong ditinggalkan di fakultas. Jangan dibawa kemana-mana. Anggaplah bahwa ketika kita kuliah itu bagian dari kajian bagaimana untuk menatap masa depan. Semoga apa yang menjadi cita-cita kita dapat diteguhkan oleh Allah SWT,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unismuh Luwuk, Mustafa Abd Rahim menyampaikan pesannya kepada para sarjana baru. Ketika mahasiswa dikukuhkan menjadi sarjana baru, maka hakikatnya adalah para sarjana baru akan masuk pada satu dimensi yang baru. Akan meninggalkan satu tempat dan akan masuk pada tempat yang lain.

Sehingganya, menurut dosen Fakultas Pertanian ini, tidak ada yang berbeda ketika menjadi mahasiswa dan alumni. Karena masih diikat dengan ikatan yang namanya Ikatan Alumni. “Tidak ada alasan bagi kita untuk saling memutus hubungan silaturahmi,” pesannya.

Mustafa menambahkan, saat ini sudah berada di era dimana hampir semua lini mengalami perubahan yang drastis. Perubahan drastis itu termasuk di bidang Ilmu pemerintahan dan Ilmu Komunikasi. Sehingga para sarjana harus memenuhi syarat-syarat yang sesuai dengan era tersebut. Syaratnya adalah harus menguasai Ilmu dan Teknologi.

Menurut mahasiswa program Doktor UMI Makassar ini, pribadi-pribadi yang tidak mampu menguasai Ilmu dan Teknologi dipastikan akan kalah bersaing. “Ini selalu saya ingatkan. Mahasiswa yang baru dikukuhkan menjadi sarjana harus mempersiapkan yang namanya soft skill,” jelasnya.

Karena, kalau hard skill itu berkaitan dengan kapasitas keilmuan yang sudah ditempuh selama empat tahun ini. “Soft skill itu penting untuk dimiliki dan dikembangkan,” katanya.

Mustafa juga menyampaikan, berdasarkan penelitian, bahwa orang yang menguasai soft skill dipastikan akan mampu sampai di titik yang namanya kesuksesan. Sebaliknya, orang hanya mengandalkan hard skill akan mengalami ketertinggalan. “Kita harus terus mengembangkan kapasitas diri kita. Jika hal itu bisa dilakukan, maka kita bisa berada dimana saja. Dan bisa diterima kapan saja,” katanya.

Selain itu, Ia berharap dengan hadirnya 106 sarjana baru, yang akan yang tersebar di tengah-tengah masyarakat, bisa berperan besar untuk membantu mengembangkan Unismuh Luwuk. “Tolong tinggalkan hal-hal buruk di kampus. Sehingga menjadi tugas kami untuk memperbaiki. Dan sampaikan hal-hal baik kepada dunia luar,” jelasnya. (leb)