Ruang Isolasi Terbatas, TGC RSU Luwuk Keluhkan Lemahnya Koordinasi

Luwukpost.id -

LUWUK,LUWUK POST-Tak adanya jaminan keamanan bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien kasus Covid-19, hingga terbatasnya tempat tidur di ruang isolasi, dikemukakan Tim Dokter Gerak Cepat penanganan Covid-19, Senin (23/11).

Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) Covid-19 RSUD Luwuk, dr Andi Yanti menegaskan, tim dokter, perawat dan orang yang berhubungan dalam penanganan pasien terkonfirmasi Covid-19 selama ini telah bekerja total.

Sejatinya, kerja tim dokter dan perawat pun harus dikuti dengan kerja-kerja profesional dari Satgas Covid-19, yang sejak akhir September hingga November 2020 ini dikendalikan Plh Bupati Banggai Abdullah Ali.

Dokter Yanti, menceritakan, dalam menangani pasien terpapar Covid-19, tenaga kesehatan berpeluang untuk terpapar virus korona. Saat fokus menangani pasien Covid-19, tim dokter masih harus berhadapan dengan keluarga pasien yang berniat mengambil jenazah keluarganya yang terpapar Covid-19.

“Bahkan, kami tim dokter masih mau dituntut. Seperti yang kami lihat di medsos (media sosial,red), apa yang kami lakukan telah sesuai dengan prosedur penanganan pasien Covid-19,” jelas dokter spesialis Paru ini.

Ia juga mengungkapkan manajemen dan kinerja Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai sejak dikendalikan Plh Bupati Banggai Abdullah Ali, sangat lemah.

Ia menceritakan, koordinasi menjadi hal yang sangat langka dalam penanganan kasus Covid-19 secara bersama-sama. “Kami tidak punya akses ke Satgas,” tandasnya.

Dokter Yanti juga meminta perhatian serius Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai, bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan bencana nonalam yang telah ditetapkan pemerintah.

Semua unsur dalam Satgas itu harus berperan, tidak hanya di luar rumah sakit tapi di dalam rumah sakit.

“Kami perlu sampaikan pasien kasus Covid-19 tak hanya datang ke rumah sakit berdasarkan rujukan, tetapi ada juga yang datang sendiri. Kami tangani, tetapi ruang isolasi di rumah sakit tak mampu menampungnya. Saat ini hanya tersedia 20 tempat tidur,” jelasnya.

Akibatnya, ruang isolasi yang ada saat ini telah bercampur. Idealnya, Satgas harus memperhatikan ketersediaan sarana dan prasarana, agar dapat mencegah kasus baru. “Sudah campur, saat ini kami merawat 16 pasien. Dua di antaranya adalah dokter,” tuturnya.

Siapkan Rumah Sakit Darurat

Sementara itu, Rapat Koordinasi Satgas Covid-19 kabupaten Banggai yang dipimpin Plh Bupati Banggai Abdullah Ali yang dihadiri juga Forkompimda, merekomendasikan adanya rumah sakit darurat.

Rumah sakit darurat ini mengemuka setelah tim dokter dari Tim Gerak Cepat (TGC) rumah sakit Luwuk, meminta Satgas Covid-19 untuk segera mengoperasionalkan rumah sakit darurat yang nantinya akan menampung pasien Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Banggai, dr Anang Otoluwa mengungkapkan, dalam waktu yang sangat cepat, rumah sakit darurat tersebut akan segera difungsikan.

“Tadi sudah ada beberapa tempat yang akan disiapkan. Nanti besok (hari ini,red) difinalkan,” jelasnya usai rakor bersama Forkopimda, Senin (23/11).

Selain rumah sakit darurat, Satgas Covid-19 juga dalam waktu yang tak terlalu lama akan mendatangkan alat PCR swab. Desakan agar Dinas Kesehatan segera mendatangkan alat PCR swab ini juga ditegaskan Plh Bupati Banggai Abdullah Ali.

“Uangnya sudah ada, kalau bisa cepat segera adakan. Tempatnya juga desaknya kontraktornya sebelum Desember 2020 sudah dituntaskan,” tegas Plh Bupati Banggai.

Sebelumnya, dr Anang juga mengungkapkan, selain alat PCR swab yang diadakan. Pihaknya juga mengadakan mobil PCR. “Kita adakan mobil ini, petugasnya akan melakukan pelatihan,” tuturnya.  (bdi)